Selasa , 17 October 2017, 18:30 WIB

Marquez Merasa Kesulitan dalam Persaingan Gelar Musim Ini

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Ratna Puspita
Republika/Darmawan
Pembalap Repsol Honda Team 2017, Marc Marquez, Selasa (17/10).
Pembalap Repsol Honda Team 2017, Marc Marquez, Selasa (17/10).

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG — Pembalap Repsol Honda asal Marc Marquez mengatakan dia berjuang keras pada sebagian besar musim ini. Marquez merasa cukup kesulitan untuk bersaing memperebutkan gelar kejuaraan MotoGP musim ini.

Menurut Marquez, banyak pembalap yang tampil sangat kompetitif. Marquez dan Honda berjuang dengan salah satu titik kelemahan utama motor mereka, yakni pada poin pengereman. 

Di sisi lain, rivalnya pembalap Ducati, Andrea Dovizioso, justru jauh lebih kuat pada pengereman mereka. Terutama, saat memasuki bagian terakhir bqlqpqn di Grand Prix Jepang, Dovi mampu menghentikan motornya sebelum memasuki tikungan.

"Mungkin itulah kejutan tahun ini. Tapi saya percaya bersama Honda dengan semua dukungan anda, kami akan mencoba berjuang hingga akhir dan kami akan mencoba untuk mencapai tujuan utama kami," kata Marquez, dalam acara Meet and Greet yang diselenggarakan oleh Astra Honda Motor di Astra Biz Honda, serpong, Tangerang, Selasa (17/10).

Juara bertahan MotoGP ini memuji performa Dovizioso, yang menurutnya benar-benar cepat dan memiliki talenta yang bagus untuk mengejar gelar kejuaraan. Dengan kemenangan Dovi di Jepang, Marquez kini mencatat jarak hanya 11 poin dari Dovi dan 41 poin di atas pembalap Yamaha, Maverick Vinales. 

Dengan tiga balapan tersisa musim ini, pembalap berusia 24 tahun ini mengakui keadaaan menjadi semakin sulit untuk merebut gelar kejuaraan musim ini. Dovi bisa saja menyalipnya di puncak klasemen dan menggagalkan upayanya untuk mengincar gelar juara dunia keempatnya.

"Tentu kami tengah bekerja. Saya melakukan hal baik dengan sepeda motor. Kami meningkat. Dengan tiga balapan tersisa, kami berdekatan. Tapi kami akan berjuang dan mendorong 100 persen," kata dia.

Marquez telah menunjukkan ia tangguh di semua kondisi dengan motor RC213V milik pabrikan Honda tersebut, berbeda dengan rekan se-timnya, Dani Pedrosa, yang tampak kesulitan di atas lintasan yang basah. Marquez telah membuktikan ia mampu melaju cepat pada kondisi sirkuit yang basah, yang bahkan lebih sulit bagi pembalap umumnya. 

Namun di sisi lain, Dovizioso juga kuat dalam poin pengereman di lintasan yang basah. "Tapi kami meningkat dengan motor, kami sekarang 11 terpaut dan kami mencoba mengerahkan kemampuan 100 persen pada kondisi basah. Sehingga sulit untuk berpikir tentang kejuaraan, tapi kami mendorong. Balapan berikutnya, kami akan mencoba menahan Dovizioso," ujarnya.