REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelatih fisik pebalap nasional Rio Haryanto, Dennis vann Rhee, memuji kedisiplinan anak asuhnya terutama dalam hal memilih makanan dan minuman.
"Saya yang beruntung bisa melatih atlet sedisiplin Rio, ia tahu apa yang boleh diminum, apa yang boleh dimakan, ia tidak pernah keluar malam," kata Dennis saat ditemui di Jakarta, Jumat (15/3).
Dennis memuji Rio yang memiliki komitmen dengan konsekuensi pilihannya menjadi seorang pebalap ataupun atlet, yaitu menjaga diri dari gaya hidup tidak sehat.
"Dia seorang yang masih muda, namun mampu menahan nafsunya akan gaya hidup semacam itu. Hal itu jelas membutuhkan komitmen yang kuat," ujar dia.
Dennis bahkan sempat menjelaskan betapa beratnya porsi latihan yang ia berikan kepada Rio dalam satu minggu.
Menu latihan yang biasa dilakukan Rio adalah renang 2-4 km, lari 20 km, selain juga tentunya latihan di gym dan simulasi balap dibagi dua kali sehari dan lima hari seminggu.
Dennis sendiri sebelum kembali menjadi pelatih fisik Rio pada akhir 2012 setelah sempat menangani pebalap berusia 20 tahun itu pada 2008 silam.
Dennis mengaku tidak ada banyak perubahan yang ada di diri Rio dalam kurun empat tahun tersebut kecuali ia sudah berada di level lebih tinggi. "Menapaki GP3 kemudian GP2 hanya dalam dua tahun tentu tidak mudah," kata Dennis.
Pelatih fisik berkebangsaan Belanda itu berani menasbihkan Rio sebagai pebalap Indonesia bahkan Asia yang paling siap untuk berlaga di F1 apabila mendapat kesempatan.
"Yang saya tahu dia satu-satunya pebalap Indonesia, bahkan mungkin Asia yang sudah siap secara fisik maupun teknik untuk bersaing di F1. Meskipun terkadang dia masih mengalami naik turun secara mental," ujar Dennis.