Senin , 17 Juli 2017, 20:54 WIB

Tim Pertamina Arden Jaga Peluang di 5 Besar F2

Red: Karta Raharja Ucu
Dokumentasi Sean Gelael
Pebalap Indonesia Sean Gelael
Pebalap Indonesia Sean Gelael

REPUBLIKA.CO.ID, SILVERSTONE -- Peluang tim Pertamina Arden menjaga asa untuk bisa masuk ke polisi lima besar klasemen setelah meraih 24 poin pada balapan F2 di Sirkuit Silverstone. Performa tim pada balapan di Silverstone cukup memuaskan dengan torehan poin terbanyak dari lima seri sebelumnya.

Total 24 poin disumbang Norman Nato yang finis kedua pada balapan Feature dengan 18 angka dan finis keenam pada balapan sprint dengan meraih empat angka. Sementara Sean Gelael menyumbang dua angka dengan finis kesembilan pada balapan feature. Sean sebenarnya juga berpeluang menambah angka pada balapan sprint. Namun, sayang mobilnya melintir satu lap jelang finis saat restart beberapa saat setelah dipandu mobil pengaman.

Dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Senin (17/7) diketahui, tim Pertamina Arden saat ini masih menempati posisi keenam di klasemen sementara dengan total raihan 70 angka. Tim, yang didukung Jagonya Ayam KFC Indonesia ini, hanya tertinggal 11 poin dari tim Rapax yang menempati posisi kelima. Setelah balapan di Silverstone masih ada lima seri tersisa, yakni di Hongaria, Belgia, Italia, Spanyol dan Uni Emirat Arab. Dengan demikian, peluang masuk lima besar masih terbuka lebar.

Puncak klasemen tim saat ini masih dikuasai Prema Racing dengan raihan total 211 angka. Posisi kedua ditempati tim DAMS dengan koleksi 208 poin. Sementara tim Russian Time dan ART Grand Prix menguntit di posisi ketiga dan keempat. Russian Times mengoleksi 207 poin, sedangkan ART meraih 134 poin.

Mengenai hasil balapan di Silverstone, secara umum, tim Pertamina Arden menilai hasil balapan di Silverstone cukup positif. Performa mobil cukup kompetitif dan para pebalap pun medapatkan balapan yang ideal. Pada balapan Feature, Nato yang start dari posisi ketiga bisa menyodok ke posisi kedua di akhir balapan. Sementara Sean yang memulai dari urutan 18 bahkan bisa finis di posisi kesembilan berkat start yang gemilang pada balapan.

“Secara keseluruhan balapan memang cukup positif. Sekarang kami bisa istirahat sebentar sebelum kembali mempersiapkan diri untuk balapan di Budapest. Kami berharap balapan di Silverstone menjadi momentum kebangkitan tim,” kata Nato.

Terlepas dari insiden mobil melintir, performa Sean di Silverstone pun cukup baik. Progres yang dicapai Sean sejak seri sebelumnya di Austria kian menjanjikan dengan kinerja mobil yang kompetitif di posisi 10 besar.

Sementara itu, penyelenggara balapan Silverstone memberi hukuman penalty 20 detik kepada pebalap DAMS, Oliver Rowland. Pebalap asal Inggris itu dinilai sengaja menghalangi pebalap lain saat restart setelah dipandu mobil pengaman pada lap terakhir. Posisi Rowland pun melorot ke urutan 17, sedangkan Sean naik ke posisi 16.