Sabtu , 20 Mei 2017, 02:45 WIB

Kajian Sirkuit MotoGP di Mandalika Ditarget Kelar Tahun Depan

Red: Dwi Murdaningsih
ANTARA
Sebuah mobil melintas dekat 'landmark' Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Rabu (15/2).
Sebuah mobil melintas dekat 'landmark' Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Rabu (15/2).

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengharapkan kajian sirkuit MotoGP di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat selesai pada awal 2018. Menpora mengatakan pembangunan sirkuit MotoGP di KEK Mandalika harus mengikuti standar yang ditetapkan Dorna Sports sebagai pemegang hak penyelenggaraan MotoGP.

"Saya sudah mengonfirmasi perkembangan proyek sirkuit MotoGP di Lombok kepada Gubernur NTB. Jika kajian sirkuit itu sudah selesai awal 2018, kita bisa ajukan tuan rumah MotoGP pada 2018," kata Menpora di sela-sela kunjungan kerja di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Kamis.

Pemerintah, kata Menpora, tidak terlibat dalam anggaran kajian pembangunan sirkuit MotoGP di KEK Mandalika menyusul penanganan kajian sepenuhnya pada pihak Dorna dan badan swasta.
"Pemerintah akan mendukung misalnya dari sisi pariwisata untuk mempromosikan MotoGP di Lombok, keimigrasian, atau pengurusan bea dan cukai," kata Menpora.

Pada Januari, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) mengatakan pembangunan sirkuit jalan raya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.
Rencana pembangunan sirkuit itu diawali dengan penandatanganan nota kesepahaman antara ITDC dengan Roadgrip Motorsports UK Ltd dan Mrk1 Consulting, dua perusahaan perancang, pengembang dan operator sirkuit balap motor global, pada 20 Januari.

Direktur Utama ITDC, Abdulbar M Mansoer mengatakan sirkuit di Mandalika akan menjadi satu-satunya sirkuit jalanan di dunia yang menawarkan panorama indah laguna, solar cell farm, lapangan golf, area komersial dan perkotaan, serta Samudra Hindia.
ITDC memperoleh hak pengelolaan kawasan Mandalika di Lombok dengan luas 1.175 hektare. Mandalika merupakan satu dari sepuluh destinasi pariwisata prioritas atau Bali Baru yang ditetapkan pemerintah pusat untuk dikembangkan sejalan dengan strategi meningkatkan pariwisata menjadi sumber devisa utama negara.



Sumber : antara