Selasa , 10 October 2017, 12:03 WIB

Vinales dan Rossi: Tidak Ada Team Order di Yamaha

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Endro Yuwanto
EPA/Maurizio Brambati
Dua pembalap MotoGP, Maverick Vinales (kiri) dan Valentino Rossi (kanan).
Dua pembalap MotoGP, Maverick Vinales (kiri) dan Valentino Rossi (kanan).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Empat balapan masih tersisa di MotoGP 2017. Ini berarti masih ada 100 poin yang diperebutkan para pembalap kelas utama, khususnya lima teratas.

Marc Marquez, Andrea Dovizioso, Maverick Vinales, Dani Pedrosa, dan Valentino Rossi masih bertaruh memanfaatkan peluang sekecil apapun untuk menjadi juara dunia. Rossi tertinggal 56 poin dari pemuncak klasemen. Dovi hanya tertinggal 16 poin, sementara Vinales 28 poin.

Permainan team order sudah lumrah di ajang Formula-1 (F-1), dan ini terkadang juga dipraktikkan di MotoGP. Meski demikian, sebagian besar pembalap menampik skema membantu kemenangan rekan satu tim tersebut.

Dovi misalnya pernah ditanyakan tentang bantuan dari rekan setimnya, Jorge Lorenzo. Ia pun melambaikan tangan pertanda tidak setuju. "Saya ini salah satu pembalap yang sangat menghormati pembalap lain. Itulah sebabnya saya tak akan pernah meminta atau membiarkan hal seperti itu terjadi," kata Dovi, dilansir dari Speedweek, Selasa (10/10).

Dovi dan Lorenzo sama-sama ingin menang. Lorenzo terus berambisi meraih kesuksesan pertamanya di podium satu bersama Ducati.

Rossi pun ditanya pendapatnya tentang prinsip team order tersebut. "Saya tak keberatan membantu Andrea, namun saya tak akan pernah berbuat hal itu," katanya.

Manajer tim Yamaha, Massimo Meregalli mengatakan, tidak ada team order di Yamaha. Rossi misalnya, lebih suka mempertimbangkan balapan habis-habisan di sirkuit tertentu ketimbang membuat Marquez menjadi juara MotoGP kesekian lainnya atau membantu rekan satu timnya.

Berita Terkait