Tuesday, 6 Zulhijjah 1435 / 30 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Emas Pertama Tinju Putri Milik Inggris

Friday, 10 August 2012, 23:30 WIB
Komentar : 0
telegraf.co.uk
Nicola Adams
Nicola Adams

REPUBLIKA.CO.ID,LONDON - Nicola Adams menjadi petinju putri pertama yang berhasil meraih emas dalam sejarah Olimpiade. Di London, untuk pertama kalinya, cabang tinju putri dipertandingkan di Olimpiade. “Ini seperti mimpi menjadi kenyataan. Terima kasih kepada semua pendukung di sini. Saya akan membawa medali emas ini ke Leeds,” ujar Adams, seusai laga, kepada Daily Mail.

Petinju tuan rumah itu mengalahkan petinju Cina, Ren Cancan, dengan skor telak 16-7 di Excel Arena, London, Jumat (10/8) dini hari WIB. Di final tinju kelas terbang, Adams tampak dominan dibanding lawannya yang menyandang status tiga kali juara dunia. Selama empat ronde, Adams terus memimpin perolehan angka sejak awal.

Saat ronde kedua berakhir, Adams unggul jauh, 9-4, atas Cancan. Ronde ketiga berjalan lebih lambat karena fisik kedua petinju tampak mulai kepayahan. Memasuki ronde penentuan, petinju tuan rumah berkulit hitam tersebut masih tampak agresif melontarkan serangan hingga bel terakhir dibunyikan.
Merasa sangat dominan, tanpa menunggu pembacaan skor dari wasit, Adams menunjukkan bahasa tubuh dirinya yakin menang. Setelah dipastikan meraih kemenangan, dia tampak girang dengan melompat ke pojokan dan mengitari ring. Apalagi, pertandingan itu dihadiri penonton spesial, yaitu istri Pangeran Williams, Kate Middleton.

Petinju 29 tahun tersebut tidak pernah menyangka bisa menjadi orang pertama yang mengukir medali emas di ring tinju putri. Karena sudah melakukannya, Adams ingin mempertahankan status juara bertahan dengan merebut medali emas di Olimpiade 2016. “Bagaimanapun hal itu akan keren jika terjadi saya bisa memenangkan dua medali emas olimpiade. Jadi, saya akan pergi untuk itu,” ujar Adams seperti dilansir the Telegraph. “Sekarang tujuan saya adalah menuju Rio de Janiero.”

 

Di cabang tinju, Inggris Raya sangat berjaya. Mereka memastikan mendapat tambahan empat medali emas lantaran petinjunya sukses menjadi finalis di empat nomor. Capaian itu merupakan prestasi terbaik setelah Olimpiade 1956. Juara dunia lima kali asal India, Mary Kom, yang dikalahkan Adams di semi final mendapatkan medali perunggu bersama petinju Amerika Serikat, Marlen Esparza.

Reporter : erik purnama putra
Redaktur : M Irwan Ariefyanto
Barang siapa yang mentaatiku berarti ia telah mentaati Allah, dan barang siapa yang mendurhakai perintahku, maka berarti ia telah mendurhakai Allah. Barang siapa yang mematuhi pemimpin berarti ia telah mematuhiku dan barang siapa yang mendurhakai pemimpin berarti ia telah mendurhakaiku(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Ramah Lingkungan, Prioritas Pabrik Semen di Rembang
 REMBANG -- Pembangunan pabrik baru PT. Semen Gresik (Persero) Tbk di daerah Rembang akan mengedepankan teknologi yang ramah lingkungan. Debu hasil produksi nanti pun...