Kamis, 24 Jumadil Akhir 1435 / 24 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Indonesia Harus Tiru Cina Soal Pembinaan Olahraga

Rabu, 08 Agustus 2012, 09:48 WIB
Komentar : 4
Mike Blake/Reuters
Kontingen Olimpiade Indonesia mengikuti parade atlet pada upacara pembukaan Olimpiade London 2012.
Kontingen Olimpiade Indonesia mengikuti parade atlet pada upacara pembukaan Olimpiade London 2012.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tidak maksimalnya hasil yang diraih kontingen Indonesia di ajang Olimpiade London 2012, melahirkan banyak kritik dari berbagai kalangan. Menurut Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Taufan EN Rotorasiko, hal ini merupakan pekerjaan rumah yang sangat berat.

Disebutkannya, Cina bisa menggapai rangking satu dalam Olimpiade lewat proses pembinaan yang panjang dan memakan waktu tahunan. Berkaca dari negeri Tirai Bambu, Indonesia juga harus melakukan evaluasi bersama guna memperbaiki kinerja kedepan.

Di Olimpiade London, kontingen Indonesia berada di peringkat 45 dengan perolehan satu medali perak dan satu medali perunggu. "Otomatis ini PR (pekerjaan rumah) yang sangat berat, sangat panjang dan merupakan tanggung jawab kita semuanya," tukas Taufan.

Menurutnya, daripada mengkritik, seluruh pihak sebenarnya dapat membantu kebangkitan pemuda di bidang olahraga. Taufan berpendapat, olahraga harus dijadikan bidang yang profesional dan fokus.

"Dan tidak bisa hanya sebagai sambilan. Pandangan ini yang harus diubah," ujarnya.

Potensi pemuda Indonesia sangat terlihat dari munculnya bibit-bibit atlet masa depan. Kini, lanjut Taufan, tinggal bagaimana memproses bibit-bibit atlet yang ada bisa menjuarai olimpiade mendatang dan mendulang medali emas.

"Saya yakin kalau negara kita memberikan kepercayaan kepada pemuda, dalam waktu 5-10 tahun akan kita perbaiki," tukasnya.

Lebih lanjut Taufan meminta semangat dan fokus para atlet muda harus terus dipacu dan harus dibuktikan di kancah dunia. Jika satu daerah punya potensi di cabang olahraga tertentu, maka investasi harus digalakkan.

"Misalnya di cabang olahraga tinju, fokus di tinju saja, investasi sarana prasarana di fokuskan di situ. Cabang lainnya juga begitu," tuntas Taufan.

Redaktur : Karta Raharja Ucu
Sumber : Antara
Rasulullah SAW melarang membunuh hewan dengan mengurungnya dan membiarkannya mati karena lapar dan haus.((HR. Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  Yusri Kamis, 9 Agustus 2012, 09:20
sesuai hadis nabi belajarlah sampai kenegeri cina
  Maulana Rabu, 8 Agustus 2012, 16:37
Gak bakalan maju kalau yg jadi atlit di Indonesia kebanyakan dari familynya para pengurus itu sendiri, bukan melihat potensi dari atlit itu sendiri, Nepotisme

  VIDEO TERBARU
Tokoh Perubahan 2013, Inspirasi Indonesia
JAKARTA -- Republika menganugerahkan gelar Tokoh Perubahan 2013 kepada beberapa tokoh yang memberi inspirasi pada Indonesia. Untuk tahun ini tokoh yang mendapat gelar...