Jumat, 03 Agustus 2012, 23:32 WIB

Richard: Tontowi Tegang Sejak Perempat Final

Red: Didi Purwadi
Pasangan ganda campuran bulutangkis Indonesia, Tontowi Ahmad (tiduran) dan Liliyana Natsir (berdiri) meratapi kegagalan menyumbang medali di ajang Olimpiade London 2012.
Pasangan ganda campuran bulutangkis Indonesia, Tontowi Ahmad (tiduran) dan Liliyana Natsir (berdiri) meratapi kegagalan menyumbang medali di ajang Olimpiade London 2012.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Pelatih ganda campuran Pelatnas, Richard Mainaky, mengatakan pemain asuhannya Tontowi Ahmad sudah tampak tegang sejak memasuki babak perempat final.

"Ketika babak penyisihan, penampilannya bagus. Semua permainannya keluar karena kalah pun masih punya kesempatan bertanding. Tetapi begitu memasuki perempat final, permainannya baru berubah," ujar Richard yang ditemui di sekitar Wembley Arena, London, Jumat siang (Jumat malam WIB).

Richard mengatakan Tontowi sendiri mengaku perasaannya berubah ketika pertandingan memasuki perempat final. Permainannya mulai kacau.

"Tekanannya terlalu besar bagi dia dan dia tidak bisa keluar dari tekanan," tambah Richard.

Bahkan dalam pertandingan semifinal saat Tontowi/Liliana Natsir dikalahkan pasangan Denmark Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen, Richard sempet berkata tegas kepada Tontowi agar pemain asuhannya itu tidak tegang.

"Saya katakan padanya, 'kalau nggak berani, ya nggak usah main'. Setelah itu, permainannya membaik. Tetapi kemudian, kembali lagi," jelas Richard.

Meski demikian, kakak dari peraih medali emas Olimpiade 1996 Atlanta, Rexy Mainaky itu memaklumi jika Tontowi tidak mampu keluar dari tekanan. Karena, London adalah Olimpiade pertamanya dan mereka sangat diharapkan dapat meraih medali.

"Apalagi, situasinya tingal mereka sendirian yang tersisa. Seandainya, ada yang lain mungkin tidak akan seperti itu," katanya.

Sumber : Antara
loading...