Sabtu, 8 Muharram 1436 / 01 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Bulutangkis Gagal Total, Ketua PBSI Minta Maaf

Jumat, 03 Agustus 2012, 20:38 WIB
Komentar : 5
Pasangan ganda campuran bulutangkis Indonesia, Tontowi Ahmad (tiduran) dan Liliyana Natsir (berdiri) meratapi kegagalan menyumbang medali di ajang Olimpiade London 2012.
Pasangan ganda campuran bulutangkis Indonesia, Tontowi Ahmad (tiduran) dan Liliyana Natsir (berdiri) meratapi kegagalan menyumbang medali di ajang Olimpiade London 2012.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Legenda bulutangkis Indonesia, Richard Mainaky beberapa kali meneteskan airmata. Richard tak kuasa melihat kenyataan pasangan ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang menjadi asuhannya gagal menyumbangkan sekeping medali kepada kontingen Merah Putih dalam Olimpiade London 2012.

Richard yang menjadi pelatih Tontowi/Liliyana enggan memberikan komentar apapun usai pasangan juara All England 2012 itu kalah dalam perebutan medali perunggu dengan ganda campuran Denmark, Joachim Fischer Nielsen/Christianna Pedersen. Tontowi/Liliyana kalah dua set langsung 12-21 dan 12-21.

Secara terpisah Ketua Umum PB PBSI Djoko Santoso menyatakan, dirinya bertanggung jawab atas kegagalan cabang bulutangkis meraih medali di Olimpiade London 2012. "Ini kegagalan yang total. Saya yang bertanggung jawab. Saya minta maaf kepada seluruh pecinta bulutangkis," sebut Djoko.

Dikatakan Djoko, bentuk tanggung jawabnya adalah akan segera mengevaluasi untuk melakukan pembaruan. "Semua akan kami ubah, pengurus, pelatih, atlet, sistem pembinaan dan rekrutmen," kata Djoko yang masa jabatannya akan berakhir tahun ini.

Redaktur : Karta Raharja Ucu
Sumber : Antara
Tidak ada pezina yang di saat berzina dalam keadaan beriman. Tidak ada pencuri ketika mencuri dalam keadaan beriman. Begitu pula tidak ada peminum arak di saat meminum dalam keadaan beriman.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Soal DPR Tandingan, Ketua DPD:Tunjukkan Semangat Merah Putih untuk Indonesia Hebat
JAKARTA -- Koalisi Indonesia Hebat (KIH) membentuk DPR tandingan. Kepada wartawan, Jumat (31/10) ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Irman Gusman turut prihatin. Ia...