Saturday, 25 Zulqaidah 1435 / 20 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Bulutangkis Gagal Total, Ketua PBSI Minta Maaf

Friday, 03 August 2012, 20:38 WIB
Komentar : 4
Pasangan ganda campuran bulutangkis Indonesia, Tontowi Ahmad (tiduran) dan Liliyana Natsir (berdiri) meratapi kegagalan menyumbang medali di ajang Olimpiade London 2012.
Pasangan ganda campuran bulutangkis Indonesia, Tontowi Ahmad (tiduran) dan Liliyana Natsir (berdiri) meratapi kegagalan menyumbang medali di ajang Olimpiade London 2012.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Legenda bulutangkis Indonesia, Richard Mainaky beberapa kali meneteskan airmata. Richard tak kuasa melihat kenyataan pasangan ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang menjadi asuhannya gagal menyumbangkan sekeping medali kepada kontingen Merah Putih dalam Olimpiade London 2012.

Richard yang menjadi pelatih Tontowi/Liliyana enggan memberikan komentar apapun usai pasangan juara All England 2012 itu kalah dalam perebutan medali perunggu dengan ganda campuran Denmark, Joachim Fischer Nielsen/Christianna Pedersen. Tontowi/Liliyana kalah dua set langsung 12-21 dan 12-21.

Secara terpisah Ketua Umum PB PBSI Djoko Santoso menyatakan, dirinya bertanggung jawab atas kegagalan cabang bulutangkis meraih medali di Olimpiade London 2012. "Ini kegagalan yang total. Saya yang bertanggung jawab. Saya minta maaf kepada seluruh pecinta bulutangkis," sebut Djoko.

Dikatakan Djoko, bentuk tanggung jawabnya adalah akan segera mengevaluasi untuk melakukan pembaruan. "Semua akan kami ubah, pengurus, pelatih, atlet, sistem pembinaan dan rekrutmen," kata Djoko yang masa jabatannya akan berakhir tahun ini.

Redaktur : Karta Raharja Ucu
Sumber : Antara
Sesungguhnya seorang pemimpin itu merupakan perisai, rakyat akan berperang di belakang serta berlindung dengannya. Bila ia memerintah untuk takwa kepada Allah azza wa jalla serta bertindak adil, maka ia akan memperoleh pahala. Namun bila ia memerintah dengan selainnya, maka ia akan mendapatkan akibatnya.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Gadai SK, Jadi Cerminan Masalah RUU Pilkada?
 MAKASSAR -- Belakangan ini banyak anggota DPRD terpilih yang menggadaikan SK. Terkaiy hal tersebut pakar komunikasi politik Effendi Gazali menilai itu sebuah hal...