Jumat, 6 Safar 1436 / 28 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Tontowi/Liliyana Akui Terbebani Raih Medali

Jumat, 03 Agustus 2012, 20:23 WIB
Komentar : 2
Republika/Edwin Dwi Putranto
Pebulutangkis ganda campuran Indonesia, Tantowi Ahmad dan Liliyana Natsir.
Pebulutangkis ganda campuran Indonesia, Tantowi Ahmad dan Liliyana Natsir.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Raut wajah kecewa pebulutangkis nomor ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad tak bisa disembunyikan saat ia dan pasangannya, Liliyana Natsir dipastikan gagal mempersembahkan sekeping medali kepada ibu pertiwi dalam Olimpiade London 2012. Tontowi mengaku sangat terbebani harapan untuk menyumbang medali untuk kontingen Indonesia.

Berbicara usai pertandingan di Wembley Arena, Jumat (3/8), Tontowi mengatakan, "Sangat berat bagi saya pribadi."

Pebulutangkis kelahiran Banyumas, 25 tahun lalu itu melanjutkan, "Apalagi kami yang terakhir sementara bulu tangkis belum mendapat medali."

Sementara Liliyana yang juga mengaku terbebani dengan target meraih medali mengatakan, target selanjutnya adalah Kejuaraan Dunia 2013. "Kalau sampai mungkin juga Asian Games 2014. Tetapi kalau Olimpiade Rio 2016, saya belum kepikiran," kata pebulutangkis kelahiran Manado, 9 September 1985 itu.

Pasangan juara All England 2012 itu kalah dari ganda Denmark yang menempati peringkat tiga dunia, Joachim Fischer Nielsen/Christianna Pedersen, dua set langsung 12-21 dan 12-21. Ini kali pertama sejak bulutangkis dipertandingan di Olimpiade Barcelona 1992, Indonesia tidak meraih satu medali pun. (baca: Tontowi/Liliyana: Kami Minta Maaf).

"Sesuai dengan target emas, kami tidak dapat, perunggu juga tidak dapat, kami minta maaf. Kami juga kecewa, kami tidak mau kalah," imbuh Liliyana dengan dana sedih. (baca: Tontowi/Liliyana Gagal Raih Perunggu, Bulutangkis Amsiong).

Redaktur : Karta Raharja Ucu
Sumber : Antara
Laknat Allah bagi penyuap dan yang menerima suap((HR Ahmad, Abu Dawud dan at-Tirmidzi))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Berseluncur di Situs Pertemanan Penuh Pesan Kebaikan
JAKARTA -- Menciptakan media sosial untuk berdakwah. Itulah latar belakang dari hadirnya salingsapa.com. Iyan Harlan selaku pengelola menjelaskan, berdakwah melalui sebuah web itu...