Kamis, 23 Zulqaidah 1435 / 18 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Simbol Dajjal Kuasai Pembukaan Olimpiade 2012

Selasa, 31 Juli 2012, 07:09 WIB
Komentar : 14
Upacara pembukaan Olimpiade 2012 di Olympic Park, London, Sabtu (28/7) dini hari WIB. (Matt Dunham/AP)
Upacara pembukaan Olimpiade 2012 di Olympic Park, London, Sabtu (28/7) dini hari WIB. (Matt Dunham/AP)

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Bagi para penikmat teori konspirasi, kemeriahan upacara pembukaan Olimpiade London 2012 yang berlangsung Jumat (27/7) malam waktu setempat, bisa dibilang sebagai ajang pamer lambang Zionisme, Iluminate, Satanisme. Bagaimana tidak, simbol-simbol Dajjal bertebaran dalam upacara yang berlangsung selama tiga jam tersebut.

Apakah Anda perhatikan bentuk Olympic Stadium, tempat berlangsungnya upacara pembukaan tersebut. Di atas podium stadiun tersebut ada lampu berbentuk piramida. Menariknya, posisi lampunya adalah di segitiga kecil di puncak piramida tersebut. Lambang ini sudah ada di uang satu dollar AS yang sejak lama dipercaya sebagai piramida terpenggal atau unfinish pyramid dimana di atas piramid tak sempurna itu terdapat 'Eye of Horus' atau mata Dajjal yang selalu memperhatikan.

Upacara itu juga menyajikan tarian yang melibatkan ribuan penari. Uniknya, tarian tersebut mirip dengan tarian Dewa Ra atau Dewa Matahari, Tuhannya kaum pagan. Dan di tengah-tengah adegan menari, ada adegan dimana dua pemuda dan pemudi yang sedang dimabuk cinta, dan tanpa malu-malu mereka berciuman yang disambut sorakan para penari lainnya. Adegan ini dinilai sebagai provokasi penghalalan 'seks bebas'.

Tak hanya tarian dan siluet Dewa Ra yang dipamerkan, upacara itu juga didominasi warna biru (warna yang identik dengan kaum Liberal). Selain itu ada juga bukit buatan 'mageddon' atau bisa disebut sebagai bukit armagedon (perang akhir zaman).

Dan ini yang menarik, keberadaan Pohon Ghorqod, pohon yang dikenal sebagai 'Pohon Yahudi', di tengah-tengah lapangan stadion. Pohon yang memiliki nama latin Nitraria Retusa itu dipercaya bangsa Yahudi bakal menyelamatkan mereka dari kejaran kaum muslim di perang akhir zaman. Pasalnya, dalam satu riwayat diterangkan, ketika perang akhir zaman (armagedon), umat Yahudi tidak memiliki tempat bersembunyi, kecuali di balik Pohon Ghorqod.

Bukit Armagedon dan Pohon Ghorqod disempurnakan ketika Api Kaldron dinyalakan di tengah-tengah stadion, kali pertama sepanjang perhelatan Olimpiade, Api Kaldron dinyalakan di tengah lapangan stadion, bukan di pinggir lapangan stadion. Lambang piramida kembali muncul pada obor Olimpiade yang memang berbentuk segitiga. Anehnya, penyulut obor dimulai 55 hari di Stonehenge, tempat ritual kaum pagan.

Jika diperhatikan dari udara, api tersebut bakal melambangkan mata horus atau mata Dewa Ra. Dan bila ditelisik lebih jauh, pidato pembukaan di atas bukit Mageddon menandakan, 'seolah-olah' akan ada 'pemimpin bijak' untuk kaum Yahudi yang bicara dari bukit itu kelak. Siapa lagi jika bukan Dajjal. (baca: Olimpiade 2012 Pameran Simbol-simbol Dajjal).

Uniknya, entah sengaja atau tidak, upacara pembukaan tersebut berakhir Sabtu (28/7) tepat pukul 00.00 waktu London. Sabtu atau Sabath adalah hari suci bagi umat Yahudi.

Pembukaan itu pun menjadi panggung sebagai kaum konspirasi menyiapkan 'The New World Order' (tatanan dunia baru) dimana kaum Yahudi ingin menjadikan kaum di luar bangsa Yahudi sebagai budak. Wallahu A'lam Bishawab.

Redaktur : Karta Raharja Ucu
Rasulullah SAW melaknat tukang pemberi suap, menerima suap, dan menjadi perantara diantaranya(HR Tirmidzi)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Republika dan Pertamina 'Goes to Campus' ke Makassar
MAKASSAR -- Republika Online (ROL) to Campus kini singgah di kota Makassar tepatnya di Universitas Muslim Indonesia. Pada kesempatan ini ROL yang juga...