Kamis, 24 Jumadil Akhir 1435 / 24 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Saudi Izinkan Atlet Putrinya ke Olimpiade London

Senin, 25 Juni 2012, 11:58 WIB
Komentar : 0
robladin.com
Logo Olimpiade 2012.
Logo Olimpiade 2012.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Untuk kali pertama Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mengizinkan altet putri berpartisipasi dalam ajang Olimpiade London 2012. Keputusan ini mengakhiri spekulasi yang mengatakan ada kemungkinan seluruh atlet dari Saudi akan terdiskualifikasi dari pesta olahraga terbesar di dunia itu, akibat adanya tuduhan diskriminasi gender.

Kedutaan Besar Saudi di London mengatakan, Komite Olimpiade Saudi akan mengijinkan partisipasi atlet putri yang lolos kualifikasi. Beberapa pekan jelang penyelenggaraan Olimpiade 2012, satu-satunya atlet putri Saudi yang dinyatakan lolos kualifikasi adalah atlet penunggang kuda 'joki', Dalma Rushdi Malhas.

Namun pihak terkait mengatakan, atlet putri dari cabang lain masih memiliki peluang lolos kualifikasi Olimpiade. Jika berhasil memenuhi standar Olimpiade, mereka akan mengenakan pakaian yang tetap sesuai syariah. Pakaian tersebut kemungkinan tidak ketat dan mereka akan menggunakan jilbab yang menutupi rambut bukan wajah.

Keiikutsertaan atlet wanita dalam bidang olahraga menjadi permasalahan serius yang bertentangan dengan banyak pengikut agama Islam di Saudi. Di negara itu, hampir tidak ada wanita yang diikutsertakan dalam even olahraga umum.

Hingga April tahun ini Pemerintah Kerajaan Saudi masih melarang keiikutsertaan atlet putri di Olimpiade London. Pertengahan Juni ini di Jeddah, Raja Abdullah bersama petinggi negara mengadakan musyawarah untuk mengubah keputusan tidak mengirim atlet putri ke Olimpiade.

Dilansir laman BBC, pengumuman perubahan keputusan merestui atlet putrinya berpartisipasi ke Olimpiade London sebenarnya sudah dipersiapkan jauh hari. Namun, keputusan itu tertunda akibat wafatnya putra mahkota raja, Pangeran Nayef beberapa hari lalu.

Reporter : Nur Farida
Redaktur : Karta Raharja Ucu
Rasulullah SAW melaknat tukang pemberi suap, menerima suap, dan menjadi perantara diantaranya(HR Tirmidzi)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
MUI Harapkan PPP Islah
JAKARTA -- Internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) alami perselisihan. Akan hal tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta PPP untuk segera melakukan Islah. "Pada forum...