Selasa, 7 Zulqaidah 1435 / 02 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Pejudo Indonesia Dapat Tiket ke Olimpiade

Jumat, 20 Juli 2012, 23:49 WIB
Komentar : 0
Reuters
Logo Olimpiade London 2012
Logo Olimpiade London 2012

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON- Pejudo Indonesia, Putu Wiradamungga memang gagal lolos kualifikasi Olimpiade karena tidak masuk delapan besar dalam turnamen kualifikasi Olimpiade yang digelar April lalu di Uzbekistan. Namun ia  mendapat tiket ke pesta olahraga dunia yang berlangsung di Stradford, London.

Kepastian lolosnya pejudo Indonesia itu diterima Deputi bidang Support kontingen Indonesia Ade Lukman, dari panitia penyelenggara Olimpiade London (LOCOG) hanya tujuh hari sebelum pesta olahraga sedunia itu digelar, Jumat (20/7)

Menurut Ade Lukman , LOCOG memberikan informasi bahwa atlet dari Iran mengundurkan diri dan memberikan kesempatan kepada atlet judo Indonesia untuk menempati posisinya. Sebab posisi Ade Lukman memang sesuai dengan rangking.

"Suatu hal yang membanggakan dan juga suatu kehormatan," ujarnya. Berita gembira tersebut langsung diinformasikan Ade Lukman ke Komite Olimpiade Indonesia (KOI) untuk pengurusan visa Putu agar hadir di London. Ia mengatakan pertandingan judo baru akan dimulai 31 Juli dan masih ada kesempatan bagi Putu untuk mengurus visa ke Inggris.

Ade menambahkan bahwa keikutsertaan Putu juga harus diinformasikan ke Konfederasi Judo Internasional dan pada prinsipnya KOI mendukung dan menyambut gembira. "Ini merupakan kesempatan yang bagus," katanya.

Masuknya Putu akan menambah jumlah atlet Indonesia yang berlaga di Olimpiade London menjadi 22 dari delapan cabang. Selain judo, Indonesia juga akan berpartisipasi pada cabang anggar, angkat besi, atletik, bulu tangkis, panahan, menembak dan renang. 

Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Sumber : Antara
Tahukah engkau apa yang menghancurkan Islam?” Ia (Ziyad) berkata, aku menjawab, “Tidak tahu.” Umar bin Khattab RA berkata, “Yang menghancurkan Islam adalah penyimpangan orang berilmu, bantahan orang munafik terhadap Alquran, dan hukum (keputusan) para pemimpin yang menyesatkan.”(Riwayat Ad-Darimi, dan berkata Syaikh Husain Asad: isnadnya shahih))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar