Jumat, 25 Jumadil Akhir 1435 / 25 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Duh, SEA Games akan Gunakan Anggaran Pendidikan Rp 600 Miliar

Jumat, 13 Agustus 2010, 03:28 WIB
Komentar : 0
SEA Games 2011 Palembang.
SEA Games 2011 Palembang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Pesta olahraga negara se-Asia Tenggara atau SEA Games 2011 akan menggunakan anggaran pendidikan sebesar Rp 600 miliar. Ini lantaran dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2010 dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2011 dianggap belum cukup.

"Pembiayaan dari APBNP Rp 350 miliar, untuk (RAPBN) 2011 juga ada pagu indikatif Rp 500 miliar. Rp 600 miliar dari dana pendidikan," ujar Menteri Pemuda dan Olahraga Andi A Mallarangeng seusai rapat persiapan SEA Games di Istana Wakil Presiden, Kamis (12/8).

Andi mengatakan, ada pula dana tambahan sekitar Rp 400 miliar untuk persiapan SEA Games yang akan diadakan November 2011 itu. Andi telah mengajukan pula permintaan dana Rp 2 triliun dalam RAPBN tahun depan. Dana tersebut termasuk biaya persiapan atlet nasional dalam pesta olahraga se-Asia Tenggara tersebut. Namun, pemerintah tetap membutuhkan bantuan sponsor dari pihak swasta. "Saya belum bisa memperhitungkan berapa. Tapi biasa kan ada sponsor. Jumlahnya berapa, nanti pansel akan merinci," ucapnya.

Andi mengatakan, hal itu terpaksa dilakukan karena usulan dana dalam jumlah yang sama pada APBN tahun ini hanya dikabulkan sebesar Rp 350 miliar. Menurut dia, kebutuhan dana untuk SEA Games itu memang besar karena banyaknya persiapan yang perlu dilakukan.

Untuk itu, Andi mengharapkan permintaan anggaran di APBN 2011 bisa lebih maksimal agar bisa menyukseskan pelaksanaan SEA Games ke-26 itu. ''Walaupun Alhamdulillah, jumlah tempat penyelenggaraan dilakukan menjadi 2 dari 4, ini bisa memberikan penghematan. Dari 2 tempat itu pun ada beberapa hal yang dihemat,'' jelasnya.

Swasta diharapkan jadi sponsor
 
Wapres Boediono sendiri, kata Andi, berharap koordinasi terus berjalan dan semua persiapan dijalankan dengan baik. ''Marilah kita semua komponen bangsa bergerak karena ini adalah gawean nasional, dalam posisi kita masing-masing apakah sebagai menteri, pemda terkait maupun juga pihak swasta yang bisa memberikan dukungan dalam bentuk sponsor juga, tentu semua diharapkan,'' harap dia lagi.

Juru Bicara Wapres Boediono, Yopie Hidayat, menambahkan, dana pendidikan yang digunakan tersebut bakal berupa pinjaman. Sarana SEA Games, kata dia, dibangun dengan anggaran pendidikan dan nantinya akan dikembalikan. Ia berujar, seusai SEA Games, beberapa sarana bakal digunakan sebagai sekolah pendidikan olahraga.

SEA Games akan digelar tahun depan di dua kota, yakni Palembang, Sumatra Selatan, dan Jakarta. Ada 44 cabang yang dipertandingkan. Menurut Andi, pertandingan 22 cabang bakal dilakukan di Palembang, dan sisanya di Jakarta. Ia juga mengatakan bahwa pemerintah menargetkan Indonesia menjadi juara umum untuk kegiatan olahraga se-Asia Tenggara tersebut dengan dilengkapi target emas dari cabang sepak bola.

Reporter : Yasmina Hasni
Redaktur : Endro Yuwanto
Janganlah kamu memberi makanan yang kamu sendiri tidak suka memakannya.((HR. Ahmad))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  abbas Kamis, 19 Agustus 2010, 19:56
ya, itulah nasib pendidikan, dikorbankan atas nama suksesnya ambisi. Coba para pejabat untuk berpuasa sekali saja, agar gaji yang diterima disumbNGKn untuk acara tersebut
  bund Jumat, 13 Agustus 2010, 02:23
kanapa ga gaji menteri dan dpr ato anggaran untuk keperluan rumahtangga dr masing2 org td dipotong...blajar gaji dikit tp kerja kuli...spt kebanyakan orang endonesa
  almus junaidi Jumat, 13 Agustus 2010, 00:55
ya korbankan terus pendidikan utk memajukan bidang yg lain, kita adalah bangsa yg tdk mengutamakan pendidikan. kita hanya berwacana utk memajukan pendidikan tetapi realisasinya bertolak belakang. kita memandang peddkn nomor belakang, penghargaan pd guru juga kurang. mohon pak Andi berfikir yg lebih realistis