Saturday, 5 Sya'ban 1439 / 21 April 2018

Saturday, 5 Sya'ban 1439 / 21 April 2018

Tripel Dobel Dom Lengkapi Kebangkitan Stapac

Sabtu 16 December 2017 21:49 WIB

Rep: Fitriyanto/ Red: Israr Itah

Point guard Stapac, Dominique 'Dom' William saat membela timnya menghadapi Satya Wacana Salatiga pada IBL Pertalite Seri 2 Bandung di GOR C'tra Arena, Sabtu (16/12).

Point guard Stapac, Dominique 'Dom' William saat membela timnya menghadapi Satya Wacana Salatiga pada IBL Pertalite Seri 2 Bandung di GOR C'tra Arena, Sabtu (16/12).

Foto: dok IBL

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Stapac Jakarta berhasil bangkit memetik kemenangan dalam lanjutan Indonesian Basketball League (IBL) Pertalite 2017/2018. Menghadapi Satya Wacana Salatiga di Seri 2 Bandung di GOR CTra Arena, Sabtu (16/12), Stapac menang telak 97-58 (46-33).

Sebelumnya Stapac menelan kekalahan memalukan dari juara bertahan Pelita Jaya pada laga terakhir Seri 1 Semarang akhir pekan lalu. Di luar dugaan, tim asuhan Bong Ramos takluk 57-85. Namun kali ini justru Stapac menunjukkan hegemoninya.

Dominique William berhasil membukukan tripel dobel perdananyadi IBL dengan menorehkan 13 poin, 12 rebound dan 10 assist. Perolehan ini mendapat pujian dari Inal. "Kredit khusus untut Dom yang kali ini mencetak tripel dobel. Itu artinya dia tidak hanya mau mencetak poin, tetai juga mau membagi bola dan mau rebound," AF Rinaldo, asisten pelatih Stapac usai pertandingan.

"Pertandingan kali ini sesuai dengan gim plan, yang kami innginkan. Pemain begitu agresif dalam bertahan, sehingga kami dapat melakukan serangan dengan cepat."

Andakara Prastawa Dhyaksa menyambut baik kemenangan yang diraih Stapac. "Ini merupakan awal yang baik, setelah di Semarang lalu kami kalah. Tadi anak-anak bermain sesuai dengan yang diinstruksikan pelatih," kata point guard timnas basket Indonesia.

Sementara Abraham Damar Grahita menambahkan, kekalahan dari Pelita Jaya di Semarang lalu menjadi motivasi untuk tampil lebih baik. 

Sebaliknya, Pelatih Satya Wacana Salatiga, Efri Meldi menjelaskan, kekalahan timnya karena para pemainnya terkejut dengan transisi Stapac yang sangat cepat dari bertahan ke menyerang. "Stapac tadi tidak menggunakan pola, hanya mengandalkan rebound lalu menyerang dengan cepat," ini yang membuat kami kaget.

Sebenarnya, kata dia, para pemainnya sudah percaya diri saat masuk lapangan. Tetapi kemudian defense mereka serba salah. Saat menggunakan man to man rotasi, terlambat, sementara ketika memakai zone defense sering kena tembakan tiga angka. "Kebetulan hari ini tembakan pemain Stapac sedang bagus," keluhnya.

Satya Wacana mengimbangi Stapac di pertengahan kuarter pertama 7-9, tetapi setelah itu semakin jauh tertinggal. Akhir kuarter Stapac unggul 22-11. Kuarter dua berakhir, Stapac menutup dengan 46-33. Kuarter tiga Stapac makin tak terkejar 73-36 dan akhirnya menyudahi permainan 97-58.

Seluruh pemain Stapac mencetak poin pada gim kali ini. Barfield menymbang 16 poin, Prastawa 13 poin, Abraham 10 poin. Dikubu Satya Wacana, pemain asingnya Jontaveus Sulton mengemas 13 poin 12 rebound. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA