Kamis , 09 November 2017, 13:38 WIB

Kalahkan Lakers, Celtics Semakin Kokoh di Wilayah Timur

Rep: Lintar Satria Zulfikar/ Red: Endro Yuwanto
www.free-picture.net
logo nba
logo nba

REPUBLIKA.CO.ID, BOSTON -- Boston Celtic semakin kokoh di puncak klasemen sementara kompetisi bola basket NBA Wilayah Timur setelah mengalahkan LA Lakers 107-96. Pada pertandingan yang digelar di TD, Garden, Boston, Kamis (9/11), Celtics meraih kemenangan kesepuluhnya musim ini.

Celtics hanya kalah dua kali sejauh ini yakni di dua pertandingan awal dari Claveland Cavaliers dan Milwaukee Bucks pada bulan Oktober 2017 lalu. Sejak saat itu Celtics tidak pernah kalah.

Pelatih Lakers Luke Walton pun mengakui keperkasaan Celtics dalam pertandingan ini. "Sejak kuater pertama mereka seperti mengerjai kami," kata Walton seperti dilansir dari ESPN, Kamis (9/11).

Walton mengatakan, Celtics sering memenangkan bola dan mencetak poin lewat tembakan tiga poin. Ia mengakui kali ini timnya tidak bermain dengan cerdas.

"Kami bermain cukup keras di kuater kedua untuk bisa menang, tapi kami tak bermain cerdas. Melawan tim bagus hampir mustahil jika menang dengan cara bermain seperti tadi," kata Walton.

Kemenangan ini juga cukup bermakna bagi Celtics. Karena sejarah panjang rivaltias kedua tim sejak tahun 1980-an. Ketika legenda NBA Larry Bird dan Magic Johnson bersaing di panggung NBA.

Sebelum Michael Jordan sangat berkuasa di tahun 1990-an, Moses Malone, Larry Bird, dan Magic Johnson bergantian menjadi most valuable player (MVP) di tahun 1980-an. Persaingan antara Bird dari Celtics dan Johnson di Lakers yang paling diingat penggemar NBA saat itu.

Pemain-pemain muda seperti Lonzo Ball yang lahir di pertengahan 1090-an pun ikut merasakan rivalitas kedua tim dalam pertandingan ini. Sejak ia pertama kali memegang bola, ia sudah disoraki oleh penggemar Celtics. Tapi Ball mengaku tidak kesal disoraki penggemar Celtics. "Ini kandang mereka, saya juga akan bersorak jika saya seorang penggemar (Celtics)," kata Ball.