Kamis , 09 November 2017, 00:20 WIB

Pelita Jaya Hadapi Hangtuah pada Semifinal Perbasi Cup 2017

Rep: Fitriyanto/ Red: Israr Itah
REPUBLIKAFOTO/Febrian Fachri
Johannis 'Ahang' Winar
Johannis 'Ahang' Winar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelita Jaya Jakarta akhirnya keluar sebagai juara Pool A dalam ajang Perbasi Cup 2017. Pada pertandingan terakhir di Mahaka Square Kelapa Gading Jakarta Utara, Pelita Jaya Jakarta mengalahkan Garuda Bandung 54-43 (32-22).

Hasil ini sekaligus membuat Hangtuah Sumsel lolos ke semifinal sebagai r,,aunner terbaik. Sebenarnya Garuda masih bisa lolos ke semifinal jika dipertandingan melawan Pelita Jaya menang minimal 12 poin.

Namun karena kalah akhirnya Hangtuah yang lolos dan akan berhadapan dengan Pelita Jaya Jakarta.l di semifinal. Hangtuah bersama Siliwangi Bandung dan Pacific Caesar Surabaya sama-sama menempati peringkat dua di pool masing-masing. Namun Hangtuah memiliki selisih poin yang lebih bagus yakni 8, sementara Siliwangi -16 dan Pacific Caesar-19.

Menghadapi Garuda Bandung, Pelita Jaya hanya memaksimalkan satu pemain asingnya yakni Wayne Bradford yang dimainkan menit, sementara CJ Gilles hanya bermain 5 menit di kuarter pertama saja. Meski begitu Pelita Jaya tetap unggul. Kuarter pertama 19-8, kuarter dua 32-22, kuarter tiga 44-28 dan akhirnya menang 54-43.

Bradford mencetak poin tertinggi bagi Pelita Jaya Jakarta dengan 12 poin, Di kubu Garuda Bandung Guntara menjadi penyumbang poin tertinggi 13 poin.

"Meski menang saya tidak puas dengan apa yang ditunjukan pemain pada pertandingan ini," ujar Johanis Winar pelatih Pelita Jaya Jakarta saat ditemui usai pertandingan. "Secara hasil kita menang tetapi permainan kurang bagus".

Dari awal, kata dia,  penjagaan para pemainnya sangat kurang, komunikasi juga tidak jalan dengan baik. Terbukti, lawan bisa 15 kali mencetak offensive rebound, padahal secara postur pemain mereka lebih unggul.

"Kita hanya mencatat tujuh kali offensive rebound. Turn over kita juga banyak yakni 19 kali," kata Ahang, sapaan akrab Johanis Winar.

Menurut Ahang banyaknya turn over bisa terjadi, karena mainnya kurang tenang, cara passing yang tidak benar, serta tidak bisa membaca situasi dengan baik. "Hal ini tidak boleh lagi terjadi."

Menghadapi Hangtuah, Ahang optimis timnya bisa memenangkan pertandingan tersebut.