Selasa , 07 November 2017, 19:51 WIB

Stapac Tampil Perkasa Tekuk Bima Perkasa

Rep: Fitriyanto/ Red: Endro Yuwanto
Republika/Fitriyanto
Para pemain asing di IBL 2017/2018.
Para pemain asing di IBL 2017/2018.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Tim Stapac Jakarta (sebelumnya Aspac) masih lebih perkasa dibanding lawannya Bima Perkasa Jogja. Dalam lanjutan Perbasi Cup 2017, Selasa (7/11) di Mahaka Square Kelapa Gading, Jakarta, Stapac menang telak 87-54 (51-28).

Di kuarter pertama, Stapac sudah unggul 28-15. Tim asuhan Ramos Geraldine Villalon atau yang akrab disapa Bong Ramos ini menyudahi setengah pertandingan dengan skor 51-28.

Stapac kian perkasa di kuarter tiga, tambahan 17 angka membawa Stapac menjauh 68-39 di akhir kuarter tiga. Akhirnya, Stapac menyelesaikan pertandingan pertamanya ini dengan kemenangan telak 87-54.

Stapac menurunkan pemain inti Dominique Nelson Williams, Abraham Damar Grahita, Pringgo Regowo, Rizky Effendi, dan Nate Barfield. Sementara, Bima Perkasa Jogja mempercayakan kepada Anthony McDonalds, Emilio Parks, M Alan As'adi, Frida Aris Susanto, dan Yanuar Dwi Priasmoro.

Guard Stapac Dominique menjadi pendulang angka terbanyak dengan 22 angka, termasuk lima kali berkat tembakan tiga angka yang berhasil dari 9 kali percobaan. Diikuti Nate Barfield 15 angka. Di kubu Bima Perkasa Bima, duo pemain asingnya juga mendominasi Emilio Parks 16 angka dan McDonald's 14 angka.

Pelatih Stapac Jakarta Bong Ramos mengaku senang dengan kemenangan yang diraih timnya. "Ini pertandingan pertama dan sebagai ajang persiapan sebelum IBL digelar. Saya senang dengan hasil yang diraih oleh tim," katanya. "Para pemain, khususnya pemain lokal sudah mengerti dengan sistem yang kami siapkan. Tadi kami juga lebih memberi kesempatan pada pemain lokal. Karena peran pemain lokal sangat penting mengingat liga akan berlangsung lama."

Pelatih asal Filipina ini merasa beruntung dengan dua pemain asingnya yang sudah pernah bermain di IBL. "Suatu keuntungan karena mereka telah mengetahui karakter liga ini, bagaimana wasitnya, bagaimana pemain lawan, dan juga kekuatan tim sendiri."

Pada pertandingan terakhir Rabu (7/11) Stapac Jakarta akan menghadapi Hangruah Sumsel. Jika ingin lolos ke semifinal sebagai juara grup, Stapac Jakarta harus memenangkan laga melawan Hangtuah Sumsel.