Jumat , 06 October 2017, 10:18 WIB

Pemain IBL Dilarang Bermain Rangkap di ABL

Rep: Fitriyanto/ Red: Israr Itah
Pertalite IBL 2017
Pertalite IBL 2017

REPUBLIKA.CO.ID, JAKART A-- Para pemain yang telah didaftarkan di Indonesian Basketball League (IBL) mulai musim 2017/2018 tidak diperkenankan untuk bermain rangkap pada ajang ASEAN Basketball League (ABL). Ini merupakan salah satu kesepakatan yang dicapai IBL, ABL dan PP Perbasi selaku induk organisasi olahraga basket di Indonesia.

Mulai musim 2017/2018 ini, IBL bersama dengan Perbasi dan ABL bersepakat untuk menjalain kerja sama. Perbasi sebagai induk olahraga bola basket di Indonesia memandang perlu adanya kerja sama antara IBL dan ABL untuk meningkatkan perkembangan bolabasket secara berkesinambungan di wilayah Asia Tenggara.

“ABL dalam misinya berkomitmen untuk membantu perkembangan bola basket di Asia Tenggara. Kemitraan kuat dengan federasi nasional dan liga nasonal mereka adalah untuk memperkuat komitmen tersebut," kata COO ABL, Jericho Ilagan.

Dalam kesepakatan antara IBL dan ABL disebutkan bahwa para pemain yang telah didaftarkan oleh klubnya di salah satu liga, tidak dapat didaftarkan pada liga lainnya, pada musim yg sama. IBL akan memulai musimnya pada 8 Desember mendatang dan berakhir pada bulan April 2018. Sementara ABL akan dimulai pada bulan November 2017 dan berakhir pada April 2018.

“Kerja sama dengan ABL, memastikan kedua liga mendapatkan pemain terbaik untuk setiap klub peserta, di saat yg bersamaan menunjukkan saling menghargai kalender masing-masin liga,"kata Hasan Gozali, Direktur IBL.

Bagi klub IBL yang ingin berpartisipasi di ABL di kemudian hari, ABL hanya menerima apabila sudah mendapat persetujuan dari Perbasi. "ABL menghormati liga nasional dan juga peraturan dan ketentuan federasi nasional masing-masing. Layaknya sebuah tim bolabasket, kerjasama tim merupakan kunci untuk kemajuan dan kesuksesan,"tutur Ilagan. 

Klub asal Indonesia yang pernah berpartisipasi dalam ABL adalah Indonesia Warriors yang mulai ikut pada 2009 saat ABL pertama kali digulirkan. Klub yang bermarkas di Kelapa Gading Jakarta Utara ini bahkan pernah menjadi juara ABL di musim kompetisi 2012/2013. Pada Indonesia Warriors memutuskan untuk tidak ikut lagi pada ajang ABL.

Klub lainnya adalah Hangtuah Sumsel, yang sempat berlaga memakai nama Laskar Dreya. Tahun ini, CLS Knights yang tidak ikut IBL akan bermain di ABL 2017/2018.