Rabu , 04 October 2017, 04:42 WIB

SM Pertamina Masih akan Tetap Andalkan Permainan Cepat

Rep: Fitriyanto/ Red: Ratna Puspita
Republika
Dior Lowhorn ketika memperkuat Satria Muda pada Perbasi Cup 2016.
Dior Lowhorn ketika memperkuat Satria Muda pada Perbasi Cup 2016.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Satria Muda Pertamina akan mempertahankan pola permainan cepat yang selama ini menjadi ciri khas tim pada Indonesian Basketball League (IBL) Pertalite 2017/2018. Pelatih Youbel Sondakh mengatakan bigman Dior Lowhorn juga sudah beradaptasi ddengan permainan cepat SM. 

SM mendapatkan Lowhorn pada penyelenggaraan IBL Draft 2017 di Hotel Santika, Jakarta, Senin (2/10). "Kalau untuk pemain bigman Dior Lowhorn, dia sudah terbiasa dengan permainan cepat kita,” kata dia kepada Republika, Selasa (3/10). 

Pemain asing lain yang didapatkan oleh SM yakni poin guard Kevin Bridgewaters. “Untuk point Guard Kevin Bridgwaters, kami akan lihat nanti, saya kira sebagai point guard dia juga akan bisa bermain cepat,” ujar Youbel. 

Lowhorn, yang pernah memperkuat SM ketika Perbasi Cup 2016, dan Bridgewaters merupakan pemain yang sarat pengalaman. Karena itu, SM mengaku puas kendati keduanya sudah berusia di atas 30 tahun. “Mereka diharapkan mampu membimbing pemain lokal yang lebih muda secara usia dan pengalaman bertanding,” kata Youbel. 

Youbel akan memadukan Bridgwaters dengan para pemain lokal seperti Hardianus Lakudu dan Audy Bagastyo. Youbel optimistis pemain lokalnya mampu memberikan kontribusi pada musim IBL tahun ini. "Tahun lalu mereka sudah bermain dengan pemain asing, sehingga musim ini harusnya mereka sudah jauh lebih baik dari musim lalu,” ujar dia. 

Youbel memprediksi persaingan IBL tahun ini akan lebih ketat dari tahun sebelumnya. Sebab, dia menerangkan, tahun ini, ada lebih banyak pilihan pemain asing. 

Dia juga berpendapat pemain lokal peserta IBL sudah belajar banyak dari tahun lalu. Kendati demikian, dia menerangkan, SM tetap membidik juara. “Untuk target kami sama seperti tahun membidik gelar juara. Target kami memang selalu menjadi yang terbaik,” kata dia. 

Bukan hanya SM Pertamina yang dalam pemilihan pemain asing tahun ini lebih percaya pada pemain berpengalaman. Klub lain seperti ASPAC Jakarta yang rencananya akan merubah nama menjadi STAPAC juga lebih percaya kepada pemain berpengalaman. Lebih tepatnya lagi pemain yang sudah pernah dilihat langsung kemampuannya.

Manajer Tim Gagan Rahmat, usai Malam Draft IBL, menyatakan tetap menggunakan Dominic William dan memilih Nate Barfield karena mereka sudah teruji dan sudah merasakan persaingan di IBL tahun lalu. "Kedua pemain ini sudah pernah merasakan aura kompetisi basket di Indonesia jadi akan lebih mudah adaptasinya,” kata dia. 

Meski begitu Gagan tidak menutup kemungkinan akan menukar pemain asingnya kalau ternyata penampilannya kurang maksimal. “Kami diberi kesempatan melakukan pergantian pemain asing saat pertengahan musim. Kita akan lihat dulu pwnpilan mereka nanti,” kata dia. 

IBL memang akan memberi kesempatan pergantian pemain asing di pertengahan musim. Namun jika dalam tes medis yang dilakukan klub ternyata tidak sesuai dengan standar kesehatan maka pemain dapat menukarnya. 

"Kita percaya kepada agen mengenai kondisi pemain tetapi jika nanti di tes kesehatan mereka dibawah standar, tim bisa menukarnya dengan pemain lainnya yang ada di daftar" terang Direktur IBL Hasan Gozali.