Senin , 02 Oktober 2017, 22:43 WIB

SM Pertamina Memilih Pemain Berpengalaman

Rep: Fitriyanto/ Red: Ratna Puspita
Republika
Dior Lowhorn ketika memperkuat Satria Muda pada Perbasi Cup 2016.
Dior Lowhorn ketika memperkuat Satria Muda pada Perbasi Cup 2016.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Satria Muda Pertamina akhirnya memilih Dior Lowhorn di pilihan terakhir draft pemain asing yang digelar Indonesian Basketball League (IBL) di Hotel Santika Jakarta, Senin (2/10). Lowhorn menjadi pemain terkakhir yang dipilih dalam acara tersebut. Selain Lowhorn, tim yang bermarkas di Kelapa Gading Jakarta Utara ini memilih Kevin Brudgwaters.

Lowhorn bukan pemain baru bagi Satria Muda. Lowhorn turut memperkuat Satria Muda ketika menjuarai Perbasi Cup di akhir 2016. “Lowhorn pemain berusia 30 tahun sudah sangat akrab dengan kita, jadi kami sudah tahu kapasitasnya,” kata pelatih SM Pertamina Youbel Sondakh, usai melakukan pemilihan.

Brudgwaters memiliki pengalaman bermain di berbagai liga basket di Eropa. “Semoga saja sesuai dengan ekspektasi yang kita harapkan,” kata Youbel menambahkan.

Karena itu, Youbel pun mengaku puas dengan pilihan yang dilakukan. Dia mengatakan Lowhorn dan Burdgwaters merupakan pemain yang berpengalaman. Dia berharap Lowhorn yang berusia 30 tahun dan Brudgwaters yang berusia 33 tahun mampu menularkan pengalamannya kepada pemain lokal SM Pertamina, yang sebagian besar masih muda.

Pada Draft IBL malam ini, Satya Wacana Salatiga yang mendapat kesempatan pertama memilih De Angelo Hamilton. Bigman asal Amerika Serikat ini memiliki postur 203 cm/120kg, berposisi forward, dan bakal menerima bayaran dua ribu dolar AS. Pilihan pemain kedua Satya Wacana Salatiga yakni Madarious Gibbs.

Bima Perkasa Jogja yang mendapat kesempatan kedua memilih Emilio Parks, pemain berusia 27 tahun dengan postur 198 cm/120 kg berposisi forward. Pemain kedua Anthony MC Donald, point' guard berusia 25 tahun asal Amerika.

Hangtuah Sumsel memilih George Mason. Pemain berusia 24 tahun dengan posisi center berpostur 206 cm/110 kg. Pilihan kedua Hangtuah, yaitu Keenan Palmore yang merupakan point guard 23 tahun berpostur 188 cm/82kg.

Manajer tim Hangtuah Sumsel Ferri Jufri kepada Republika mengaku puas dengan pilihannya. Sebab, kedua pemain merupakan pilihan pertama timnya, yang tidak dipilih oleh tim lain. "Dua pemain yang kami pilih adalah pilihan utama kami. Kami memilih dengan lebih banyak mempertimbangan latar belakang mereka bermain di mana saja dan statistik mereka, bukan melihat video. Karena video bisa diedit,” kata dia. 

NSH Jakarta justru memilih pemain small man padapilihan pertama mereka, yakni dengan memilih Dominic Woodshon. Dengan postur 180 cm/73 kg, pemain berusia 25 tahun bisa bermain sebagai point guard dan shooting guard. Ketika memilih pilihan kedua, NSH melewati waktu yang disediakan, yaitu empat menit untuk satu pemain. Brachon Griffin akhirnya menjadi pilihan terakhir NSH.

Siliwangi Bandung memilih center berposturd 201 cm/117 kg Anthony Jones dan shooting guard Willie Kemp. Garuda Bandung memilih Roderick Flemings yang berposisi center pemain dengan postur 208 cm/115 kg. 

Juara IBL musim lalu, Pelita Jaya, yang mendapat kesempatan ketujuh akhirnya memilih Wayne Bradford yang berpostur 188 cm/92 kg. Pemain pilihan kedua mereka, yaitu Merril Holden dengan postur 203 cm/95 kg. 

Pacific Caesar memilih Kavon Lytch 198cm/115 kg untuk melengkapi David Seagers. Sementara itu, untuk melengkapi Dominic William, tim ASPAC Jakarta akhirnya memilih Nate Barfield, yang tahun lalu memperkuat NSH Jakarta.