Senin , 02 Oktober 2017, 20:50 WIB

Malam ini, IBL Gelar Draft Pemain Asing

Rep: Fitriyanto/ Red: Ratna Puspita
Republika/Fitriyanto
Indonesian Basketball League (IBL) pada Senin (2/10) malam ini menggelar draft pemain asing.
Indonesian Basketball League (IBL) pada Senin (2/10) malam ini menggelar draft pemain asing.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Indonesian Basketball League (IBL) pada Senin (2/10) malam ini menggelar draft pemain asing. Sepuluh tim peserta IBL akan memilih sebanyak 203 pemain asing. IBL mengizinkan satu tim akan memilih dua pemain, kecuali tim tersebut mempertahankan pemain asing nya yang tahun lalu bermain.

Ketua Umum PP Perbasi Danny Kosasih dalam sambutannya mengatakan IBL tahun ini harus lebih baik dibandingkan sebelumnya. "Musim 2017/2018 harus belajar dari 2016-2017, kekurangan lalu harus diperbaiki. Pemain asing draft-nya agar merata. Klub ada yang masih pake satu pemainnya ada yang dua nya baru,” kata dia. 

Direktur IBL Hasan Gozali menyatakan, kehadiran pemain asing membuat IBL lebih kompetitif dan berkualitas. Mereka mampu mengangkat kemampuan pemain lokal. "Tahun ini klub masih seperti tahun lalu, klub hanya memilih pemain dari video dan data statistik. Kami tidak bisa mendatangkan 203 pemain tersebut, untuk tampil langsung di depan klub karena masalah biaya,” ujar dia. 

Untuk kondisi fisik pemain dipercayakan kepada agen pemain tersebut. “Kami percaya dengan agen terhadap kondisi fisik pemain. Setelah dipilih klub, mereka baru melakukan tes kesehatan. Jika kondisi fisik dan kesehatan kurang klub dapat mengganti pemain asingnya,” kata Hasan. 

Sejauh ini, hanya dua tim yang mempertahankan satu pemain asingnya. Yakni Pacific Caesar Surabaya yang mempertahankan David Seagers dan ASPAC yang akan berubah menjadi STAPAC yang mempertahankan Dominic Williams.

Sesuai aturan, kesempatan memilih pemain asing pertama diberikan kepada tim yang berada di peringkat terakhir klasemen. Namun yang dihitung merupakan klasemen reguler. Karena itu, meski Satria Muda finis peringkat kedua IBL 206/2017, tim yang bermarkas di Kelapa Gading Jakarta Utara ini mendapat kesempatan terakhir dalam pemilihan pemain asing. SM Pertamina merupakan juara reguler.

"SM dapat kesempatan terakhir, agak kurang berpihak, namun aturan sudah ditetapkan. Kami coba pilih pemain baru dulu, tetapi itu semua tergantung sembilan tim yang memiliki kesempatan terlebih dahulu,” kata Pelatih SM Pertamina Youbel Sondakh.