Ahad , 24 September 2017, 22:54 WIB

Trump Batal Undang Pebasket Warriors ke Gedung Putih

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Citra Listya Rini
REUTERS/Noer Qomariah Kusumawardhani
Stephen Curry
Stephen Curry

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Juara NBA musim 2017 Golden State Warriors akhirnya batal mengunjungi Gedung Putih. Hal itu setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, membatalkan undangan bagi klub basket AS tersebut. Padahal, selama ini undangan bagi juara liga profesional basket AS ke kantor presiden sudah menjadi semacam tradisi.

Melalui akun Twitter miliknya pada Sabtu (23/9) pagi waktu setempat, Trump menyatakan keputusan untuk membatalkan undangan mereka. Dalam pernyataannya, Trump juga menyoroti bintang Warriors, Stephen Curry, yang menjadi alasan ia memilih menarik undangan tersebut.

"Pergi ke Gedung Putih dianggap sebagai kehormatan besar bagi tim juara. Stephen Curry ragu-ragu, karena itu undangan dibatalkan!" demikian pernyataan Trump, seperti dilansir dari ESPN, Ahad (24/9).

Sebelumnya pada Jumat (22/9) lalu, Curry memilih tidak jika timnya harus melakukan voting dalam menyikapi undangan dari Trump untuk mengunjungi Gedung Putih. Lebih dulu, rekan setim Curry, Kevin Durant, juga mengatakan bahwa dia tidak akan pergi seandainya diundang.

Menanggapi pernyataan Trump, Curry justru tetap menegaskan keyakinannya. Ia mengatakan, sikapnya sama seperti sebelumnya pada Jumat (22/9) lalu saat ia memilih tidak ikut serta ke Gedung Putih untuk merayakan kejuaraan NBA musim lalu mereka.

Pebasket berusia 29 tahun ini bahkan mengatakan, dirinya tidak memahami mengapa Trump merasa perlu untuk menargetkan orang-orang tertentu daripada yang lainnya. Menurutnya, hal itu bukanlah perilaku yang seharusnya dilakukan seorang pemimpin.

"Sikap saya sama seperti saat itu, dan bahkan direkatkan lebih jauh tentang bagaimana keadaan di negara kita, khususnya dengan Trump yang mewakili kita dengan cara yang sangat merusak," kata Curry.

Sementara itu, pelatih Warriors, Steve Kerr, mengaku tidak terkejut dengan sikap yang diambil Trump untuk menarik undangannya. Menurut dia, Trump telah memutuskan hubungan sebelum mereka yang memutuskan hubungan dengan sang presiden. Ia bahkan mengatakan,tim kemungkinan tidak akan pergi jika undangan diperpanjang. Sebelumnya, Kerr secara terbuka kerap mengkritik Trump dan pemerintahannya dalam banyak kesempatan.

TAG

Berita Terkait