Ahad , 24 September 2017, 04:15 WIB

Harga Pemain Asing IBL tidak Boleh Turun

Rep: Fitriyanto/ Red: Ratna Puspita
Republika/Prayogi
Direktur Utama Indonesian Baseketball League (IBL) Hasan Gozali (Kiri) di dampingi Ketua Umum Perbasi Danny Kosasih sebelum memberikan keterangan terkait pelaksanaan IBL 2017 di Jakarta, Selasa (10/1).
Direktur Utama Indonesian Baseketball League (IBL) Hasan Gozali (Kiri) di dampingi Ketua Umum Perbasi Danny Kosasih sebelum memberikan keterangan terkait pelaksanaan IBL 2017 di Jakarta, Selasa (10/1).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pengelola Indonesian Basketball League (IBL) menyatakan harga pemain asing yang pernah bermain di liga musim lalu tidak boleh turun. Harga pemain asing yang tahun lalu sudah bermain di IBL minimal memiliki bayaran yang sama dengan tahun lalu. 

"Jika pemain asing tersebut tahun lalu dibayar 2.000 Dollar AS, jika ingin bermain lagi minimal bayarannya sama 2.000 Dollar AS. Jangan ada penurunan harga, kami khawatir ada yang mencurigakan,” kata Direktur IBL Hasan Gozali kepada Republika, Sabtu (23/9). 

IBL telah mengirim daftar pemain asing kepada 10 klub peserta IBL musim 2017/2018. IBL memberikan waktu satu bulan kepada klub untuk mempelajari sebelum digelar pemilihan pemain asing pada Oktober mendatang.

Dari 187 daftar pemain yang ditawarkan oleh IBL, ada sejumlah pemain asing yang musim lalu ikut bermain di ajang kompetisi tertinggi di tanah air ini. Namun dari daftar pemain tersebut, harga beberapa pemain turun dibandingkan tahun lalu. 

Misalnya, pemain yang tahun lalu dihargai tiga ribu dollar AS per bulan, dalam daftar terbaru turun menjadi dua ribu dollar AS. Ada juga pemain yang dihargai dua ribu dolar AS per bulan turun menjadi seribu dolar AS per bulan. 

Hasan menuturkan agak mencurigakan kalau ada pemain asing yang mengalami penurunan harga. "Yang memberikan harga adalah agen pemain yang saat ini jumlahnya ada tujuh agen, saya juga curiga dengan penurunan harga tersebut,” kata dia.

Hasan mengaku sudah mengonfirmasi ke agen perihal penurunan harga itu. Mereka mengatakan pemain asing tersebut sudah nyaman bermain di Indonesia sehingga tidak keberatan walaupun gaji mereka diturunkan. 

“Tetapi kita tidak menerima dan telah memutuskan, harga Pemain asing yang pernah bermain di IBL tahun lalu tidak boleh turun,” kata Hasan, menegaskan. 

Salah satu klub peserta IBL, yakni juara musim lalu Pelita Jaya Jakarta, mempertanyakan penurunan harga tersebut.  "Kalau pemain asing tersebut naik harganya ini wajar, tetapi kalau turun harganya terus terang saya sulit memahaminya,” ujar Presiden Pelita Jaya Jakarta Andiko Ardi Purnomo. 

IBL memberikan batas waktu hingga Senin (25/9) bagi klub IBL yang ingin tetap mempertahankan pemain asingnya. "Sejauh ini baru klub Pacific Caesar Surabaya yang akan mempertahankan pemain asingnya yakni David Seagers. Klub yang lain hingga kini belum ada yang mengkonfirmasi. Kita beri kesempatan sampai hari Senin besok,” kata dia. 

Untuk pemain asing yang tahun lalu bermain di IBL dan tahun ini tidak masuk dalam daftar, menurut Hasan ,pemain tersebut sudah bermain di liga lain. "Ada satu pemain Garuda Bandung yakni Chris Ware, tahun ini, dia, katanya, sudah bermain di Liga Basket Brazil, jadi tidak kita sertakan di daftar pemain yang kami tawarkan kepada klub IBL,” kata Hasan.