Kamis , 20 April 2017, 21:19 WIB

Satria Muda Ditaklukkan CLS Knights

Rep: Binti Sholikah/ Red: M.Iqbal
IBL
Pemain asing CLS Knights Ashton Smith berusaha melewati penjagaan dua pemain Satria Muda Pertamina pada gim pertama semifinal IBL Pertalite 2017 di GOR Kertajaya Indah, Surabaya, Rabu (19/4).
Pemain asing CLS Knights Ashton Smith berusaha melewati penjagaan dua pemain Satria Muda Pertamina pada gim pertama semifinal IBL Pertalite 2017 di GOR Kertajaya Indah, Surabaya, Rabu (19/4).

REPUBLIKA.CO.ID,SURABAYA - Perjuangan Satria Muda Pertamina Jakarta dan CLS Knights Surabaya semakin sengit untuk menuju babak final Indonesia Basket League (IBL) Pertalite 2017. Satria Muda harus menerima kekalahan dari CLS pada laga pertama semifinal yang berakhir dengan skor 60-80 di GOR Kertajaya, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (19/4).

Ditemui selepas pertandingan, pelatih CLS Wahyu Widayat Jati mengungkapkan kunci di balik kemenangan timnya. "Kami sudah mempersiapkan sistem dan cara bermain yang bisa meng-counter semua cara bermain Satria Muda. Tapi hari ini Satria Muda saya enggak tahu kenapa. Mereka mungkin surprised juga. Kami biasanya enggak main physical hari ini lebih physical dibanding sebelumnya," katanya.

Wahyu yang akrab disapa Cacing tersebut mengakui timnya telah kembali bermain seperti ciri khas CLS yang lama. Hal itu tampak dari para pemain yang menciptakan running game dan banyak melakukan pergerakan sehingga menciptakan ruang tembak. "Kami cuma baca di mana strength dan di mana weakness kami. Sekarang pemain asing kami selevel dengan lawan," imbuh Cacing.

Pada laga ini, CLS diperkuat kehadiran dua pemain asing yakni Ashton Smith dan Duke Crews. Keduanya belum bergabung ketika CLS dikalahkan Satria Muda di babak reguler. Biasanya, kata Cacing, komposisi pemain lokal 70 persen dan 30 persen pemain asing. Sekarang, komposisinya imbang masing-masing 50 persen. "Hari ini yang kurang konsistensi. Kami berharap di laga kedua Satria Muda do the same way. Tapi kalau mereka melakukan langkah apapun persiapan kami banyak, kami masih simpan jurus kunci," ujar Cacing.

Pelatih Satria Muda Pertamina Youbel Sondakh mengatakan timnya belum menemukan momentum pada pertandingan di laga pertama tersebut. "CLS lebih siap, kelihatan dari pertandingan hari ini. Kami belum mendapat momentum, tapi kami akan balikin momentum di kandang kami," katanya.

Menurut Youbel, permainan Satria Muda di laga pertama ini bermasalah dengan sistem. "Harapannya nanti di pertandingan selanjutnya para pemain bisa saling mengisi. Angka-angka akan dinaikin semua," ucapnya.

"Mereka lebih bagus hari ini, pemain asing mereka juga lebih berpengalaman," imbuh kapten Satria Muda Pertamina, Arki Dikania Wisnu.

Satria Muda Pertamina akan menghadapi CLS Knights pada laga kedua semifinal IBL Pertalite 2017 di Britama Arena Kelapa Gading, Jakarta, Sabtu (22/4). Jika nanti hasilnya imbang, maka laga penentu akan digelar pada Ahad (23/4) juga di kandang Satria Muda Pertamina.