Sabtu , 18 March 2017, 20:24 WIB

Tyrell Corbin 50 Angka, Bima Perkasa Taklukkan CLS Lewat Overtime

Red: Israr Itah
IBL
Pemain asing Bima Perkasa Jogja Tyrell Corbin (kedua kanan) mencetak 50 angka saat timnya mengalahkan CLS Knights 85-82.
Pemain asing Bima Perkasa Jogja Tyrell Corbin (kedua kanan) mencetak 50 angka saat timnya mengalahkan CLS Knights 85-82.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Bima Perkasa Jogja (BPJ) mengakhiri babak reguler mereka dengan menciptakan kejutan luar biasa.  BPJ menumbangkan juara bertahan CLS Knights Surabaya 85-82 lewat perpanjangan waktu pada Seri VIII IBL Pertalite 2017 di C’Tra Arena Bandung, Sabtu (18/3). 

Tyrell Corbin menjadi bintang utama dengan mencetak 50 angka dan terus bermain selama 45 menit! “50 angka adalah raihan tertinggi selama karier bola basket saya,” kata Corbin yang sempat mengalami kram di kaki tetapi terus bermain.

Ia mengaku terbiasa dengan keram sejak bermain basket dari SMA. Sehingga, tak masalah baginya terus berada di lapangan meski terkadang berjalan dengan tertatih.

Bagi Corbin, ini adalah malam luar biasa. “Bukan hanya bagi saya, tetapi juga tim. Luar biasa kami bisa mengalahkan salah satu tim terkuat di liga. Biasanya di kuarter ketiga kami menurun, tetapi kali ini kami terus agresif,” kata dia.

Selain 50 angka, Corbin mencetak 11 rebound dan sembilan assist atau nyaris membuat triple double

Center asing BPJ, Gjio Bain juga bermain luar biasa dengan mencetak 12 angka dan 15 rebound. Yanuar Dwi Priasmoro menambah dengan 11 angka bagi BPJ.

Strategi BPJ memang berfokus pada Corbin. “Kami minta anak-anak bermain cepat dan berusaha memberi ruang pada Corbin. Salut pada anak-anak yang terus berjuang termasuk para rookie kami,” kata pelatih BPJ, Liem Jiang Rien.

“Kami kehilangan ciri khas CLS yang bermain cepat dan ngotot. Defense juga kurang bagus,” kata pelatih CLS, Wahyu Widayat Jati.

Pasukannya sebenarnya sudah diminta menjaga Corbin namun tak ada yang sukses. Wahyu juga mengeluhkan para pemainnya yang kerap melakukan foul tak perlu sehingga tiga big man harus keluar lapangan, yakni Herman, M. Isman Thoyib dan Firman Nugroho.

“Saya sebenarnya juga mencoba memberi kesempatan kepada beberapa pemain pelapis agar memperoleh pengalaman sebelum play-off, ternyata eksperimen saya gagal,” kata Wahyu.

Kapten tim CLS, Sandy Febriansyakh mengakui fokus timnya kadang kendor. “Game plan sudah jelas untuk memperhatikan Corbin, tetapi kami malah kecolongan dari dia,” kata Sandy.

 Pemain baru CLS, Aston Smith mencetak 25 angka dan 12 rebound, Bima Riski Ardiansyah menyusul dengan 20 poin.