Rabu , 03 January 2018, 20:15 WIB

Kemenpora Minta Cabor Tetap Memasang Target Asian Games

Red: Didi Purwadi
dok REPUBLIKA
Sesmenpora Gatot S Dewa Broto (kanan).
Sesmenpora Gatot S Dewa Broto (kanan).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) meminta jangan sampai ada cabang olahraga yang tidak memiliki target di Asian Games 2018 menyusul keputusan verifikasi kementerian yang memangkas anggaran pemusatan latihan nasional (pelatnas).

"Semua cabang olahraga harus memiliki target di Asian Games 2018, meski kita mengetahui verifikasi Kemenpora memutuskan pemangkasan anggaran pelatnas," kata Sekretaris Jenderal Kemenpora, Gatot S Dewa Broto saat dihubungi di Jakarta, Rabu.

Atas keputusan verifikasi Kemenpora itu, dikabarkan sejumlah pengurus cabang olahraga melayangkan protes. Gatot mengatakan sesuai Peraturan Presiden (Perpres) 95 tahun 2017 tentang Peningkatan Prestasi Atlet, disebutkan bahwa anggaran bisa berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara ataupun di luar itu.

"Anggaran bisa dari sponsor. Jika memang dibutuhkan, kami akan memfasilitasi antara cabor dan sponsor," ujar Gatot.

Diketahui, faktor utama pemotongan tersebut adalah terkait potensi atlet yang tergabung dalam pelatnas suatu cabang olahraga apakah ia termasuk atlet yang berpeluang besar mendulang emas atau tidak.

Ketua Tim Verifikasi Kemenpora, Adhi Purnomo, menjelaskan ada beberapa cabang olahraga yang memang tidak cocok dengan pemotongan kuota atlet yang diajukan. Salah satunya adalah bridge yang dipotong menjadi 12 atlet dari 32 atlet.

"Bridge mengajukan ingin memberi try out dan training camp untuk atlet di luar nonunggulan. Seharusnya kan yang berpotensi emas saja dan jika nanti nonunggulan juara akan diganti juga," ujar Adhi, Selasa (2/1).

Bridge, kata Adhi, mengancam tidak bermain sesuai target Asian Games. Dia menegaskan hal ini akan dibahas kembali dengan jajaran Deputi IV Kemenpora.


Sumber : Antara