Sabtu, 5 Sya'ban 1439 / 21 April 2018

Sabtu, 5 Sya'ban 1439 / 21 April 2018

PB PRSI: Tidak Ada Rekonstruksi Stadion Akuatik

Ahad 17 Desember 2017 02:06 WIB

Red: Ratna Puspita

Atlet loncat indah berlatih jelang test event cabang akuatik Asian Games 2018 di Stadion Akuatik kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (4/12).

Atlet loncat indah berlatih jelang test event cabang akuatik Asian Games 2018 di Stadion Akuatik kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (4/12).

Foto: Antara/Wahyu Putro A

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) menyatakan evaluasi turnamen uji coba akuatik Asian Games 2018 bertajuk CIMB Niaga Indonesia Open Aquatic 2017, tidak diarahkan untuk merekostruksi arena perhelatan.

Kendati demikian, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PB PRSI Wisnu Wardhana menjelaskan masih ada beberapa aspek yang perlu ditingkatkan sesuai masukan para atlet, delegasi teknis dan Federasi Renang Asia (AASF) dalam gelaran yang resmi berakhir, Jumat (15/12) lalu.

"Ada beberapa aspek yang perlu ditingkatkan atau penyesuaian-red agar tiga bulan sebelum Asian Games 2018 venue sudah siap. Namun tidak ada lagi perubahan konstruksi Stadion Akuatik lagi," ujar dia.

Ia menambahkan sebagian arena akuatik merupakan cagar budaya sehingga kalaupun ada perombakan hanya akan sebagian kecil dan tidak mengubah struktur bangunan apalagi yang termasuk cagar budaya.

Kendati demikian, Wisnu menyatakan mereka tetap akan mengakomodir semua masukan-masukan yang ada selama uji coba tersebut meski tidak dalam rangka rekonstruksi termasuk bulk head (bibir kolam yang bisa dipindah) kolam utama yang saat ini ada di sisi mulai dan selesai lomba.

Wisnu mengaku sudah bicara dengan semua delegasi teknis, termasuk polo air. Dia menjelaskan nantinya bagian yang menonjol di bawah tribun penonton tidak akan digunakan peserta malah jadi sekat ruangan sementara yang berdasarkan laporan butuh 10 lagi untuk perwakilan OCA, offisial, TD dan lainnya. 

“Jadi peserta tidak masuk dari situ, tapi ada lorong lain. Juga untuk bulk head yang diusulkan dipindah ke lokasi di bawah scoring board sudah disampaikan juga," ujar dia.

Dia menambahkan, pada pokoknya, aktivitas selama 14 hari yang lalu menjadi modal agar arena akuatik menjadi lebih baik dan sempurna saat gelaran Asian Games 2018. “Selain tentunya prestasi yang juga kita coba kejar," tutur Wisnu.

Terkait prestasi akuatik Indonesia pada Asian Games 2018, Wisnu Wardhana menargetkan meraih medali Asian Games setelah 28 tahun tak mendapatkannya. "Beberapa nomor andalan yaitu 50 meter gaya punggung putra, 50 meter gaya dada putra, dan 4x100 meter gaya ganti dan juga dari beberapa nomor loncat indah tetap kita harapkan," ucap Wisnu.

 

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA