Kamis , 07 Desember 2017, 21:10 WIB

Hutan Kota Kemayoran, Lokasi Rekreasi Atlet Asian Games

Red: Didi Purwadi
Republika/Anggoro Pramudya
Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian (PUPR) Syarif Burhanuddin tengah mengunjungi lokasi bangunan Wisma Atlet Kemayoran Asian Games 2018 di Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, Pademangan, Jakarta Pusat, Rabu (19/7).
Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian (PUPR) Syarif Burhanuddin tengah mengunjungi lokasi bangunan Wisma Atlet Kemayoran Asian Games 2018 di Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, Pademangan, Jakarta Pusat, Rabu (19/7).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pusat Pengelolaan Komplek (PPK) Kemayoran terus melakukan revitalisasi hutan kota Kemayoran mengejar penyelenggaran Asian Games 2018. Hal tersebut agar Hutan Kota nantinya dapat dipakai tempat alternatif rekreasi bagi atlet.

"Lokasi hutan kota Kemayoran ini akan menjadi alternatif rekreasi para atlet yang bertanding. Kami sedang memperbaiki semuanya. Jogging track akan selesai dalam dua pekan ke depan ini," kata Direktur Perencanaan dan Pembangunan PPK Kemayoran, Riski Renando di Jakarta, Kamis.

Lokasi Hutan Kota Kemayoran berada persis di seberang Wisma Atlet di Kecamatan Pademangan. Dalam merevitalisasi kawasan Hutan Kota Kemayoran, pihaknya dibantu oleh Dinas Tata Air Pemerintah Provinsi DKI untuk mengatasi pendangkalan danau yang dipenuhi tumbuhan eceng gondok.

Dengan menggunakan alat berat dua buah ekskavator, selama 6 bulan endapan lumpur dan gulma eceng gondok berhasil diangkat. "Hasilnya, sekarang air danau lebih baik kondisinya dibandingkan sebelumnya yang berwarna kehitaman," ujar Riski.

PPK Kemayoran menyiapkan dana Rp 40 miliar untuk menjalankan program revitalisasi hutan kota ini. Dana sebesar itu dibutuhkan untuk pemasangan dinding turap (sheet pile) di kali sepanjang 1,2 kilometer yang ada di pinggiran hutan kota yang berbatasan dengan lingkungan pemukiman penduduk memakan biaya paling besar hingga Rp 20 miliar.

Sisanya dihabiskan untuk perbaikan lintasan joging, pembangunan jembatan, pembuatan plaza, dan panggung di atas air yang bisa digunakan untuk berbagai kegiatan. Termasuk pembangunan menara pengawas di tiga titik.

"Kita akan membangun Plaza di dekat jembatan merah ini, berupa ruang terbuka untuk orang-orang bisa berkumpul,'' katanya. ''Kami juga sudah menanam mangrove untuk mengembalikan kondisi ekologi kawasan ini."

Nantinya kawasan hutan kota ini akan dibuka bagi masyarakat umum yang ingin melakukan olahraga maupun rekreasi. Masyarakat bisa melakukan jogging, bersepeda, atau memancing.

Sumber : Antara