Rabu , 06 December 2017, 14:36 WIB

Wapres Minta Swasta Dukung Cabor Pendulang Banyak Medali

Rep: Fitriyanto/ Red: Endro Yuwanto
Republika/ Wihdan
Wakil Presiden  sekaligus Ketua Pengarah Asian Games 2018, Jusuf Kalla (kiri)  menyaksikan penandatangaan kerjasama sponsor Asian Games 2018 di Istana Wapres, Jakarta, Rabu (6/12).
Wakil Presiden sekaligus Ketua Pengarah Asian Games 2018, Jusuf Kalla (kiri) menyaksikan penandatangaan kerjasama sponsor Asian Games 2018 di Istana Wapres, Jakarta, Rabu (6/12).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla meminta kepada pihak swasta untuk menjadi bapak asuh cabang olah raga (cabor), khususnya cabor yang banyak menyediakan medali di arena multievent.

Hal ini diungkapkan saat acara penandatanganan sponsor Asian Games 2018 dengan sembilan perusahaan swasta nasional, Rabu (5/12) di Kantor Wapres Jakarta.

"Saya minta ada swasta yang mau menjadi bapak asuh, cabang olah raga yang menyediakan banyak medali di ajang multievent, walaupun cabor tersebut tidak memiliki banyak penonton" kata Kalla.

Selama ini yang banyak didukung adalah cabang olah raga yang populer atau banyak penontonnya. Tetapi sedikit sekali menyediakan medali. "Seperti sepak bola, banyak sekali sponsor yang mendukungnya. Padahal medalinya hanya satu, dan itupun kita sangat sulit mendapatkannya," jelasnya.

Wapres mencontohkan cabang olah raga angkat besi yang menyediakan banyak medali. Selain itu, angkat besi juga terbukti telah menyumbang medali di level dunia. Seperti Olimpiade, Asian Games, maupun kejuaraan dunia.

"Jika menjadi bapak asuh angkat besi, selain cabor ini sudah berprestasi dunia, pasti biayanya juga tidak sebesar sepak bola. Karena atlet yang didukungnya tidak banyak. Walau mungkin pertandingan angkat besi kurang menarik, tapi prestasinya sudah mendunia," ujar Kalla.

Saat ini, menurut Kalla, perusahaan yang sudah konsisten menjadi bapak asuh adalah Djarum yang setia mendukung cabang olah raga bulutangkis.

"Jika cabor didukung bapak asuh, industri olah raga akan cepat terwujud di Indonesia," ujar Kalla. "Bulu tangkis sudah bisa dibilang menjadi industri. Lihat saja pemain Indonesia sekarang lebih banyak keliling dunia untuk mengikuti kejuaraan yang jumlahnya sangat banyak."