Rabu , 22 November 2017, 13:10 WIB

Tanjakan Ekstrem Adang Pembalap di Etape 5 Tour de Singkarak

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Endro Yuwanto
Antara/Hafidz Mubarak A
Sejumlah pebalap sepeda beradu kecepatan pada etape kelima Tour de Singkarak 2016 di Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Rabu (10/8).
Sejumlah pebalap sepeda beradu kecepatan pada etape kelima Tour de Singkarak 2016 di Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Rabu (10/8).

REPUBLIKA.CO.ID,  PADANG -- Sebanyak 82 pembalap harus melalui trek menantang dalam etape kelima Tour de Singkarak 2017 pada Rabu (22/11) ini. Jalanan berbukit melalui perkebunan teh tersaji dalam rute sepanjang 153,2 kilometer dari Kota Solok ke Kabupaten Solok Selatan.

Pada etape ini, pesepeda dari 28 negara akan dihadapkan dengan tiga jalur balapan menanjak dan dua balapan adu cepat atau sprint.

Direktur Balap Tour de Singkarak Jamaludin Mahmud menilai, tanjakan ekstrem bakal menguji stamina para pembalap. Tak tanggung-tanggung, etape kelima ini memiliki tiga tanjakan yang akan ditempuh pembalap, di ketinggian antara 900 hingga 1500 m dpl (meter dari permukaan laut). Dalam istilah balap sepeda, tanjakan tersebut merupakan kategori high classification (HC).

Usai start dari Terminal Bareh Solok, tanjakan tinggi pertama akan ditemui pembalap di sekitaran Gunung Talang, tepatnya di kilometer ke-23. Tanjakan di kawasan ini terletak di ketinggian 932 mdpl.

"Sepanjang 10 kilometer, nafas tidak boleh putus porsi tenaga tidak akan berkurang," jelas Jamaludin.

Apalagi tepat di Kayu Aro, tanjakan yang terletak di ketinggian 1205 mdpl sudah menanti 82 pembalap tersebut. Jelang 13 kilometer kemudian, tantangan semakin berat. Tepat di kawasan Rawang Gadang, rute akan terus menanjak hingga ke ketinggian 1534 mdpl.

Jadi jika dikalkulasikan, sebanyak 82 pembalap Tour de Singkarak 2017 ini akan mengayuh sepeda di jalan yang menanjak sepanjang 23 kilometer. Selesai dari sana, pembalap bisa sedikit mengatur ritme balapan dan mengirit tenaga hingga memasuki Kabupaten Solok Selatan.

Memasuki Pakan Raba atau tepatnya di kilometer ke-114, pembalap akan dihadapkan dengan balapan sprint. Pada kompetisi adu cepat yang pertama ini, para spinter akan mengambil bagian hingga titik finis.

Kemudian, memasuki kawasan Muara Labuh-dekat Objek Wisata Seribu Rumah Gadang-pembalap akan kembali beradu kecepatan dengan balapan sprint sebelum akhirnya finis di Kantor Bupati, Solok Selatan di Padang Aro.

Berita Terkait