Rabu , 15 November 2017, 01:14 WIB
Asian Games 2018

WBM Asian Games 2018 Berikan Gambaran Lengkap Bagi TV Asing

Rep: Fitriyanto/ Red: Israr Itah
Humas INASGOC
Ketua INASGOC, Erick Thohir saat memberikan sambutan dalam acara World Broadcasting Meeting (WBM) Asian Games 2018 di Jakarta, Selasa (14/11).
Ketua INASGOC, Erick Thohir saat memberikan sambutan dalam acara World Broadcasting Meeting (WBM) Asian Games 2018 di Jakarta, Selasa (14/11).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Acara 1st World Broadcasting Meeting (WBM) Asian Games 2018 yang digelar selama dua hari, 14-15 November di Cendrawasih Room, Jakarta Convention Centre, Senayan, Jakarta memberikan gambaran cukup lengkap kepada para peliput pesta olahraga bangsa Asia tersebut. 

Dalam WBM pertama ini, para perwakilan broadcasters Asia mendapat gambaran komplet tentang persiapan venue pertandingan, jalur transportasi, dukungan teknologi, IGBS, akreditasi, dan juga rencana upacara pembukaan serta penutupan Asian Games 2018.

"Saya menilai presentasi yang disampaikan INASGOC sudah sangat bagus. Bisa menjawab beberapa pertanyaan dari media televisi Asia yang datang sehingga mereka bisa mengatur apa yang akan dilakukan saat games time nanti. Mereka tidak mempersoalkan soal venue dan cabang olahraga yang tersebar, karena inilah multi event sehingga mereka sudah tahu konsekuensinya. Selain itu, keberadaan IGBS menjadi jaminan akan standar siaran yang bermutu," ungkap Daniel Hubp, konsultan televisi Dewan Olimpiade Asia (OCA).

Hal senada juga disampaikan Director of Program Planning CCTV, Zhu Wentao yang menyatakan akan membawa tak kurang dari 300 staf dan kru televisi pada Agustus tahun depan.

"Sejauh ini, melihat presentasi INASGOC, saya rasa Asian Games 2018 akan berjalan dengan lancar. Tidak masalah dengan banyaknya nomor pertandingan atau menyebarnya venue pertandingan, sepanjang jadwalnya tetap, kami sudah terbiasa dengan liputan multi event," ujarnya.

Menurut Zhu, stasiun televisi CCTV akan fokus menyiarkan nomor-nomor Olimpiade yang menjadi andalan atlet China dalam meraih medali. Antara lain, senam, atletik, tenis meja, akuatik, dan bulu tangkis.

Sementara itu, perwakilan NHK Jepang, Ryusuke Shiota menyatakan rasa puas atas penyelenggaraan WBM yang memberikan informasi tentang kesiapan tuan rumah. Terutama berkaitan dengan hal-hal detil dalam siaran televisi Asian Games.

"Saya menghargai usaha keras Indonesia dan INASGOC untuk menjadi tuan rumah Asian Games yang baik, setelah mendapat pelimpahan dari Vietnam. Memang bukan hal yang mudah, namun kami yakin Indonesia bisa melakukannya. Bagi kami, karena ada 462 nomor pertandingan dan venue yang menyebar di tiga clusters, transportasi menjadi kunci utama bagi tim media untuk menyajikan peliputan yang baik," kata Ryusuke Shiota.

Menurut rencana, NHK akan melibatkan sekitar 150 staf dan kru, yang tak hanya didatangkan dari Jepang, tapi juga direkrut dari tenaga lokal.

Stasiun televisi Jepang lainnya, TBS (Tokyo Broadcasting System) melalui Manajer Production Engineering, Yagi Shin menyiapkan 150-200 sumber daya manusia untuk meliput perhelatan yang akan berlangsung, 18 Agustus - 2 September 2018.

"Kami akan fokus di cabang atletik, senam, akuatik, judo, sepak bola, tenis meja, dan karate. Usai WBM ini kami akan mengatur mekanisme kerja dan teknis peliputan secara keseluruhan agar kami bisa menyajikan liputan terbaik," tambah Yagi Shin.

Direncanakan, Rabu (15/11) para perwakilan televisi Asia akan meninjau berbagai venue pertandingan di Jakarta. Baik yang terdapat di Kompleks Gelora Bung Karno, venue velodrome di Rawamangun, dan equestrian di Pulomas.