Sabtu , 11 November 2017, 04:36 WIB

Erick Thohir: Industri Olahraga Indonesia Prospektif

Rep: Muhammad Iqbal/ Red: Elba Damhuri
Mahaka
Pendiri Grup Mahaka sekaligus pemilik Republika Erick Thohir dalam pemaparan tentang industri olahraga, Jumat (10/11).
Pendiri Grup Mahaka sekaligus pemilik Republika Erick Thohir dalam pemaparan tentang industri olahraga, Jumat (10/11).

REPUBLIKA.CO.ID, NUSA DUA -- Pendiri Grup Mahaka Erick Thohir menilai industri olahraga di Indonesia memiliki prospek yang bagus ke depan. Namun, hal tersebut baru akan terwujud apabila didukung dengan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) yang optimal.

"Sehingga mendukung industri olahraga lebih cepat berkembang," ujar Erick selepas menjadi pembicara dalam acara AdAsia 2017 yang digelar di Bali Nusa Dua Convention Center, Jumat (10/11).

Menurut dia, industri olahraga menjadi generasi keempat yang potensial dikembangkan. Selain tentunya tiga industri lainnya, yaitu industri media, industri kreatif, dan industri digital. Penggabungan dari industri-industri ini akan menghasilkan sesuatu yang berbeda.

Potensi Indonesia terdapat pada jumlah penduduk yang mencapai lebih dari 250 juta. Mayoritas atau lebih dari 50 persen, di antaranya adalah penduduk usia produktif (15-64) tahun. "Peluang untuk bisnis olahraga di Indonesia sangat besar," kata Erick.

Erick lantas menjelaskan industri olahraga dalam negeri akan menjadi industri baru yang harus didukung. Sebab, dalam industri ini terdapat nilai-nilai persatuan, pendidikan, dan yang tidak kalah penting adalah sportivitas.
"Anak muda Indonesia harus mulai dididik untuk mencintai olahraga. Karena hal ini baik untuk kompetisi dan melatih disiplin anak muda Indonesia," ujar Erick.

Menurut dia, perkembangan sports marketing ataupun sports content sudah sangat pesat. Hal ini, lanjut Erick, ditunjang dengan kemajuan industri digital yang ada saat ini.

"Apalagi ditambah kreativitas anak muda yang memang selalu ingin berinovasi," katanya.

Lebih lanjut, Erick juga memaparkan potensi olahraga dunia yang begitu besar. Berdasarkan laporan AT Kearney tentang industri olahraga dunia, pertumbuhan industri olahraga berada di atas tingkat pertumbuhan ekonomi.

Pertumbuhan tertinggi terjadi di Rusia, yaitu 8,2 kali PDB. Sedangkan di Indonesia pertumbuhannya diperkirakan 1,5 sampai 2,5 kali PDB. Semua ini dipicu perkembangan internet dan digital. Masing-masing kawasan pun memiliki kekhasan dalam pengembangan industri olahraga. Misalnya, Amerika Serikat dengan olahraga basket. Sedangkan Eropa, terutama Inggris, mengedepankan sepak bola.

AdAsia 2017 merupakan konferensi periklanan terbesar di Asia. Acara ini digelar selama tiga hari mulai dari Rabu (8/11) sampai dengan Jumat (11/10) di Bali Nusa Dua Convention Center. AdAsia 2017 menghadirkan sejumlah pembicara ternama. Selain Erick Thohir, mantan sekretaris jenderal PBB Koffi Annan pun turut serta. Pembicara-pembicara lain, di antaranya mantan pembalap F1 David Coulthard, Co-Founder Kickstarter.com Charles Adler, dan CEO iFlix Malaysia Azran Osman Rani.

AdAsia 2017 diharapkan menjadi ajang untuk saling berbagi perihal perkembangan dan inovasi terkini di bidang periklanan dan marketing. Sebelumnya pada 2015, Indonesia pun pernah menjadi tuan rumah ajang yang sama. AdAsia 2017 juga menjadi momentum promosi perkembangan periklanan dalam negeri.

Perkembangan Asian Games
Dalam kesempatan itu, Erick yang juga ketua Panitia Pelaksana Asian Games 2018 juga berbagi informasi terkait perhelatan multicabang olahraga tertinggi di kawasan Asia tersebut. Menurut dia, dengan keberadaan 40 cabang olahraga dan puluhan ribu orang yang akan terlibat, banyak konten olahraga yang dapat dikreasikan dan disaksikan penggemar olahraga.

"Bukan saja dari benua Asia melainkan juga dari seluruh dunia," kata Erick.

Bupati Kepulauan Seribu Irmansyah memastikan Kepulauan Seribu siap menyambut Asian Games 2018. Irmansyah menjelaskan, Pemkab Kepulauan Seribu telah mempersiapkan diri menyambut wisatawan yang hadir untuk menyaksikan ajang tersebut.

Ia pun berharap, masyarakat setempat dapat memastikan kenyamanan wisatawan yang datang, terutama dari sisi kebersihan. "Saat Asian Games nanti, ayo bikin mereka datang ke daerah kita. Biarkan dolarnya dikeluarkan di sini, biarkan yen Jepangnya mengeluarkan uang di Kepulauan Seribu. Karena dengan seperti itu, masyarakat kita akan semakin makmur dan pembangunan kita semakin bagus, rakyat pun jadi sejahtera," ujar Irmansyah saat membuka Festival Kepulauan Seribu di Lapangan Bupati, Pulau Pramuka, Kamis (9/11).

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuti menyambut positif pemikiran dari Bupati Kepulauan Seribu. Menurut Esthy, berbagai persiapan telah dipersiapakan guna menyambut kehadiran puluhan ribu atlet dan offisial yang akan bertanding di Jakarta ataupun Palembang, Sumatra Selatan.

Kemenpar pun turut mengantisipasi kehadiran mereka. "Termasuk Kepulauan Seribu dan Kota Tua Jakarta yang harus siap menyambut atlet, pendukung, ofisial yang jumlahnya ribuan orang itu," ujar Esthy. Dia memaparkan, Kemenpar juga sudah mempersiapkan diri dengan baik. Caranya, menggandeng industri ataupun asosiasi wisata untuk dapat membuat paket-paket wisata yang dapat dipilih para atlet, ofisial, ataupun suporter dari berbagai negara nantinya.

Bahkan, lanjut Esthy, persiapan sudah dilakukan sejak April kemarin. Secara khusus, Kemenpar telah melakukan road show ke berbagai daerah, seperti Bali, Palembang, Banten, dan Bandung untuk melakukan sosialisasi kepada dinas, industri, dan asosiasi terkait Asian Games 2018.