Jumat , 03 November 2017, 10:47 WIB

Inasgoc Yakin Pengadaan Peralatan Tepat Waktu

Red: Ratna Puspita
Antara/Hafidz Mubarak A
Pekerja membersihkan kaca dalam proyek renovasi Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (25/10). Renovasi stadion yang akan di gunakan pada ajang Asian Games 2018 itu telah mencapai 90 persen dan diperkirakan pada Februari 2018 sudah dapat digunakan untuk
Pekerja membersihkan kaca dalam proyek renovasi Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (25/10). Renovasi stadion yang akan di gunakan pada ajang Asian Games 2018 itu telah mencapai 90 persen dan diperkirakan pada Februari 2018 sudah dapat digunakan untuk "test event".

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Panitia penyelenggara Asian Games 2018 atau Inasgoc optimistis pengadaan peralatan yang akan digunakan pada uji coba atau test event kejuaraan empat tahunan pada Februari 2018 tepat waktu kalau dalam perjalanannya tidak ada pergeseran.

Koordinator Pengadaan Inasgoc Listyanto saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (3/11), mengatakan proses untuk pengadaan peralatan sudah berjalan sesuai dengan aturan yang ada. Termasuk, pengecualian dari Perpres 54 Tahun 2010 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah.

"Kami akui memang sangat mepet pengadaan barangnya, tapi kami optimistis bisa tepat waktu dengan catatan tidak ada lagi perubahan-perubahan termasuk pergeseran waktu dari tahapan yang sudah ada," katanya.

Uji coba Asian Games 2018 wajib sesuai dengan rencana digelar Februari 2018. Ada 10 cabang olahraga yang direkomendasikan oleh Dewan Olimpiade Asia (OCA) untuk digelar dengan salah satu sasarannya untuk mencoba kesiapan Indonesia terutama dalam hal penyelenggaraan.

Sepuluh cabang olahraga yang akan diuji coba di Jakarta dan sekitarnya tersebut meliputi panahan, atletik, pencak silat, sepak bola, bola basket, bulu tangkis, tinju, bola voli dan angkat besi. Listyanto menjelaskan semua cabang olahraga ini semuanya telah mengajukan kebutuhan termasuk peralatan. 

Salah satu cabang olahraga yang cukup besar kebutuhannya adalah atletik. Dana yang dibutuhkan untuk pengadaan peralatannya mencapai 1,5 juta dolar AS.

Hanya saja, untuk mendatangkan peralatan tersebut sedikit mengalami kendala sehingga dibutuhkan kebijakan khusus dengan harapan peralatan tersebut tiba di Indonesia tepat waktu atau sebelum tahun berganti. Peralatannya harus diimpor.

"Jika pembuatan hingga pengapalan seperti biasa maka akan lintas tahun. Bagaimana menyikapinya? Ada kontrak yang tidak lazim. Belinya sampai gudang mereka saja. Kami selanjutnya akan mengirim tim untuk mengecek semuanya," kata petinggi TNI AL yang selama ini bertugas di Kementerian Pertahanan itu.

Terkait mekanisme pengadaan barang dan jasa untuk Asian Games 2018, Listyanto menjelaskan banyak yang tetap menggunakan aturan yang ada yaitu dengan menggunakan tender. Seperti yang baru saja dilaksanakan yaitu lelang kendaraan operasional.

Untuk sistem penunjukan, untuk Asian Games 2018 juga ada perbedaan. Jika sebelumnya dibatasi untuk pengadaan dengan nilai di bawah Rp 200 juta, namun khusus untuk hajatan inetrnasional itu dinaikkan menjadi Rp 400 juta. Jika nilainya lebih akan diberlakukan sistem pokja. 

 

Sumber : Antara