Senin , 30 October 2017, 19:22 WIB

Lusa, Pemerintah akan Bahas Cabor Prioritas Asian Games

Rep: Fitriyanto/ Red: Ratna Puspita
Antara/Sigid Kurniawan
Angkat besi menjadi salah satu cabor andalan Indonesia pada Asian Games 2018. (Ilustrasi)
Angkat besi menjadi salah satu cabor andalan Indonesia pada Asian Games 2018. (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga akan melakukan pertemuan dengan 24 cabang olahraga prioritas pada Rabu (1/11) lusa. Pada pertemuan tersebut, pemerintah akan mendengarkan pemaparan 24 cabor prioritas sesuai penetapan Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas. 

“Apa saja program mereka dan kami akan kawa, baik try out maupun training camp. Bisa dipastikan kami akan mengawal program yang telah disetujui Satlak hingga akhir tahun ini,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenetrian Pemuda dan Olahraga Yuni Poerwanti kepada Republika, Senin (30/10)

Dia menambahkan pemerintah masih akan melanjutkan program yang telah disusun oleh Satlak Prima, di mana ada 24 cabor prioritas untuk Asian Games 2018. “Seperti yang telah dilaporkan Satlak Prima kepada Menteri Pemuda dan Olahraga,” kata Yuni. 

Yuni mengatakan pemerintah belum berpatokan kepada 16 cabor prioritas sesuai yang diproyeksikan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Beberapa waktu lalu, setelah Satlak Prima dibubarkan, pertemuan KONI dengan pengurus cabor menghasilkan 16 cabor prioritas, lebih sedikit dibandingkan rekomendasi Satlak Prima. 

Dia mengatakan, KONI Pusat belum memberikan laporan resmi hasil pertemuan tersebut kepada Kemenpora. Karena itu, Kemenpora tetap menjadikan rekomendasi Satlak Prima sebagai rujukan. 

“Yang saya tahu itu (pertemuan KONI Pusat dan cabor hanya sosialisasi perpres baru,” kata Yuni. 

Perpres baru itu terkait dengan pembubaran Satlak Prima. Presiden Joko Widodo menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) baru tentang Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional.

Yuni menambahkan saat ini pemerintah sedang fokus melakukan sosialisasi tentang aturan baru tersebut kepada semua pihak, termasuk pengurus cabor, Komite Olimpiade Indonesia (KOI), dan KONI. “Apa fungsi dan tugas dari masing-masinglembaga olahraga,” kata dia. 

Dia menambahkan pertemuan dengan cabor pada lusa juga tidak akan membahas 462 nomor yang bakal dipertandingkan pada Asian Games 2018. Dia mengatakan pemerintah menyerahkan keputusan soal nomor pertandingan kepada KOI dan pengurus cabor. 

Dengan demikian, dia menyatakan, pemerintah belum merevisi target medali emas pada Asian Games 2018, yakni sekitar 20 medali emas. Pemerintah masih yakin bakal meraih target tersebut. 

Berdasarkan rekomendasi Satlak Prima, 24 cabor prioritas yakni akuatik (renang), panahan, atletik, bulu tangkis, bowling, tinju, kano, balap sepeda (mountainbike/MTB), jetski, judo, karate, pencak silat, wushu, paragliding, rollersport, rowing, menembak, panjat tebing, taekwondo, soft tenis, voli pantai, angkat besi, dan senam.