Senin , 16 October 2017, 11:00 WIB

Presiden OCA Puji Kesiapan Indonesia untuk Asian Games

Rep: Debbie Sutrisno/ Red: Israr Itah
Republika/Debbie sutrisno
Menko PMK Puan Maharani (tengah) didampingi ketua Inasgoc Erick Thohir (kiri) dan Menpora Imam Nahrawi (kanan) menjelaskan terkait kedatangan Presiden OCA di Istana Negara, Senin (16/10).
Menko PMK Puan Maharani (tengah) didampingi ketua Inasgoc Erick Thohir (kiri) dan Menpora Imam Nahrawi (kanan) menjelaskan terkait kedatangan Presiden OCA di Istana Negara, Senin (16/10).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Dewan Olimpiade Asia (OCA) Sheikh Ahmad Al Fahad Al Sabah memuji kinerja pemerintah Indonesia dalam mempersiapkan Asian Games 2018. Sheikh Ahmad menilai pembangunan venu yang dilakukan Indonesia sesuai dengan rencana.

"Beliu menyampaikan bahwa Indonesia sudah on the track dalam mempersiapkan pelaksanaan (Asian Games)," kata Menteri Koodinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani usai bertemu pewakilan OCA di Istana Negara, Senin (16/10).

Syeikh Ahmad yang menginap di hotel sekitar Senayan juga melihat secara langsung dari jendela yang ada di kamarnya perbaikan yang dilakukan di venue kompleks Gelora Bung Karno (GBK). Rebahilitasi kawasan di Stadion GBK disebut sudah baik dan bisa selesai sesuai terget jika terus dikebut pengerjaannya.

Puan menuturkan, berdasarkan laporan dari Kementerian Pekerjaa Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), arena yang berada di Palembang akan dicoba kesiapannya pada akhir tahun ini. Sedangkan arena yang berada di Jakarta dan sekitarnya baru bisa menggelar test event pada Januari dan Februari 2018. Untuk Februari rencananya bakal ada sembilan test event olahraga.

"Jadi untuk target hingga saat ini sudah sesuai dan rencana Februari semua akan test event venue Asian Games. Semua berjalan sesuai dengan yang direalisasikan," ujar Puan.

Untuk masyarakat yang akan menjadi volunteer (sukarelawan), panitia Asian Games telah mendapatkan pendaftar mencapai 30 ribu. Namun, dalam acara kali ini panitia hanya akan membutuhkan 13 ribu sukarelawan. Sedangkan dalam tes event akan dibutuhkan sekitar 2.000 sukarelawan.