Sabtu , 14 Oktober 2017, 06:23 WIB

Atletik Susun Program Asian Games dengan Pelatih Asal AS

Red: Ratna Puspita
Republika/Anggoro Pramudya
Pelatih Atletik asal Amerika Serikat, Harry Marra, sedang melakukan pengarahan dalam seminar bertajuk 'Bersiap Meraih Prestasi dan Masa Depan Lebih Baik' kepada beberapa pelatih dan juga atlet atletik Indonesia di Auditorium Gedung MAFTUCHAH JUSUF Kampus A Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Rawamangun, Selasa (25/7).
Pelatih Atletik asal Amerika Serikat, Harry Marra, sedang melakukan pengarahan dalam seminar bertajuk 'Bersiap Meraih Prestasi dan Masa Depan Lebih Baik' kepada beberapa pelatih dan juga atlet atletik Indonesia di Auditorium Gedung MAFTUCHAH JUSUF Kampus A Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Rawamangun, Selasa (25/7).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) mengaku belum memulai program pemusatan pelatihan nasional menjelang Asian Games 2018 meskipun program pelatnas dari Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) mulai Ahad (1/10).

"Pusat pembinaan cabang olahraga itu memang ada di masing-masing pengurus cabang. Pada saat ini, atlet-atlet kami istirahat aktif dengan tetap berolahraga lain, seperti berenang atau main tenis asal bukan atletik," kata Sekretaris Jenderal PB PASI Tigor M. Tanjung di Jakarta, Jumat (14/10).

PASI, Tigor melanjutkan, masih menyusun program pelatnas jelang Asian Games 2018 bersama pelatih asal Amerika Serikat Harry Marra. "Kami mulai setelah berkonsultasi dengan Harry Marra. Mungkin mulai pertengahan Oktober baru mulai periodesasi latihan itu," katanya.

Induk cabang olahraga itu akan memfokuskan perbaikan dasar-dasar latihan serta penyesuaian kebutuhan latihan untuk masing-masing atlet nomor perlombaan. "Kami sudah merasakan keuntungan dalam keterlibatan Harry Marra. Kami akan menuruskan program latihan yang telah kami susun saja," katanya.

PASI telah percaya terhadap program dan teknik latihan yang telah diberikan Harry Marra jelang keikutsertaan dalam SEA Games di Kuala Lumpur pada Agustus 2017. Hasilnya, atletik meraih lima medali emas, tujuh medali perak, dan tiga medali perunggu.

"Kami membutuhkan konsultan pelatih seperti Harry Marra karena dunia pelatih ini terus berkembang. Dia menguasai 10 nomor perlombaan sehingga lebih menguntungkan kami dibanding harus memanggil pelatih setiap nomor lomba," kata Tigor.

Tigor mengatakan langkah PASI menuju Asian Games 2018 dengan mendatangkan pelatih asing seperti Harry Marra merupakan inisiatif pengurus PASI tanpa ada keterlibatan dari pemerintah. "Kami menginginkan atlet-atlet kami tetap kembali berlatih di Stadion Madya Senayan. Pemanfaatan secara resmi belum ada penjelasan. Akan tetapi, secara desain, stadion itu diperuntukan bagi cabang atletik," kata Tigor tentang harapan PASI terkait lokasi pelatnas atletik yang tersebar di Jakarta, Bogor, Bandung, dan Bali.

Tigor mengatakan bahwa Stadion Madya akan dipakai sebagai arena pemanasan atlet dalam perlombaan Asian Games 2018. "Kalau pertandingan atletik berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Stadion Madya akan dimanfaatkan untuk pemanasan," katanya.

Sumber : Antara