Senin , 07 June 2010, 09:18 WIB

Permaisuri Raja Mengwi Minta Mandi Sebelum Wafat

Rep: Antara/ Red: Budi Raharjo
Pura yang dibangun Raja Mengwi pada tahun 1634, ilustrasi
Pura yang dibangun Raja Mengwi pada tahun 1634, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, MANGUPURA--Permaisuri Raja Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, Ida Tjokorda Istri Winten (95), sebelum meninggal 3 Juni lalu sempat meminta mandi meskipun saat itu sudah tengah malam. ''Beliau pada Rabu (2/6) sekitar pukul 24.00 WITA minta dimandikan dan keramas serta dibedakin layaknya orang berias,'' ungkap putra almarhumah, Anak Agung Gde Agung, saat ditemui di Puri Mengwi, Ahad (6/6).

Gde Agung yang juga Bupati Badung itu menceritakan para pengasuh Tjokorda Istri yang senantiasa menjaganya sempat bertanya-tanya dengan perilaku aneh tersebut. Saat hal itu ditanyakan kepada putri Raja Karangasem, Bali, tersebut, para pengasuh yang senantiasa mendampinginya semakin tidak mengerti dengan jawaban dari almarhumah.

Para pengasuh bingung karena sang bunda menjawab bahwa dirinya sudah ada yang menjemput. Sampai akhirnya, pada Kamis (3/6), sekitar pukul 04.00 WITA, Tjokorda Istri benar-benar berpulang ke alam baka.

''Sepertinya beliau telah menemukan jalannya sendiri. Beliau meninggal dengan sangat tenang sekali,'' kata AA Gde Agung yang terpilih kembali sebagai Bupati Badung setelah pada pilkada 4 Mei lalu dengan meraih suara 72 persen ini.

Kepergian Tjokorda Istri, membuat Bupati Gde Agung, merasa kehilangan sosok ibu yang demikian setia mendidik dan menyayanginya hingga akhir hayat. ''Ibu sudah memberikan dukungan sampai akhir hayatnya, bahkan saat pilkada lalu, beliau dibopong datang ke TPS untuk memberikan hak suaranya kepada saya,'' katanya.

Ayahanda Gde Agung, Tjokorda Mengwi, lebih dulu berpulang pada 2002. Kini, dia yang merupakan putra tunggal berusaha mengikhlaskan kepergian sang bunda. ''Biasanya setiap saya mau mengambil keputusan penting saya selalu meminta restu beliau. Sekarang beliau wafat, tidak ada lagi dukungan langsung dari seorang ibu,'' lirihnya.