Sabtu , 07 October 2017, 08:17 WIB

Ulung Jadi Maskot Asian Para Games 2018

Red: Ratna Puspita
Antara/Sigid Kurniawan
Wakil Presiden Jusuf Kalla (kedua kiri) memotong tumpeng didampingi (kiri ke kanan) Ketua INAPGOC Raja Sapta Oktohari, Menpora Imam Nahrawi, Sekjen NPC Pribadi, Ketua INASGOC Erick Thohir, dan atlet Asian Para Games David Jacob saat seremonial perhitungan mundur Asian Para Games 2018 di JIExpo, Jakarta, Jumat (6/10).
Wakil Presiden Jusuf Kalla (kedua kiri) memotong tumpeng didampingi (kiri ke kanan) Ketua INAPGOC Raja Sapta Oktohari, Menpora Imam Nahrawi, Sekjen NPC Pribadi, Ketua INASGOC Erick Thohir, dan atlet Asian Para Games David Jacob saat seremonial perhitungan mundur Asian Para Games 2018 di JIExpo, Jakarta, Jumat (6/10).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Panitia Penyelenggara Asian Para Games (INAPGOC) 2018 memperkenalkan elang bondol bernama Ulung sebagai maskot Asian Para Games 2018 dalam kegiatan penghitungan mundur di Jakarta International Expo Kemayoran, Jakarta, Jumat (6/10).

"Kami memilih elang bondol sebagai maskot karena hewan itu adalah lambang kota Jakarta yang menjadi tuan rumah Asian Para Games 2018. Pemilihan elang juga menjadi langkah kami untuk menyesuaikan dengan maskot Asian Games yang juga hewan-hewan di Indonesia," kata Ketua INAPGOC Raja Sapta Oktohari dalam jumpa pers di Jakarta.

Okto mengatakan elang bondol sebagai maskot Asian Para Games 2018 juga melambangkan keperkasaan, keberanian, umur panjang, dan ketegaran menghadapi tantangan zaman yang penuh persaingan seperti kota Jakarta. "Kami akan menyesuaikan maskot itu pada cabang-cabang olahraga Asian Para Games, misalnya untuk cabang bola basket maka akan elang bondol akan menggunakan kursi roda dan bermain bola basket," kata Okto.

Nama ulung bermakna pengalaman, mahir, terbaik, dan pemimpin. "Ulung juga merupakan singkatan dari ultimate, undispute, dan nations globally yang berarti bangsa-bangsa unggul yang tidak terkalahkan secara global," ujar Okto.

Selain maskot, Okto juga menjelaskan logo Asian Para Games 2018 yang berbentuk lingkaran melambangkan keseimbangan yang terbentuk dari keberagaman bangsa-bangsa di Asia. "Logo itu mengacu pada logo Asian Games 2018 sehingga masyarakat akan mudah mengenali dan menangkap logo itu sebagai kegiatan olahraga besar di Asia karena ada kemiripan dengan logo Asian Games," kata Okto yang juga Ketua Umum Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) itu.

Bentuk siluet di tengah logo, lanjut Okto, merupakan gambaran orang yang sedang bergerak sebagaimana gerakan atlet-atlet yang akan bertanding dalam Asian Para Games 2018.

Sumber : Antara

Berita Terkait