Selasa , 03 October 2017, 23:35 WIB

Bulu Tangkis Antarmedia Agar Media Tahu Sulitnya Jadi Juara

Rep: Fitriyanto/ Red: Ratna Puspita
istimewa
Kejuaraan Bulu Tangkis Antar Media
Kejuaraan Bulu Tangkis Antar Media

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Media kadang kerap melakukan kritik berlebih terhadap atlet yang gagal juara. Padahal menjadi seorang juara perlu perjuangan luar biasa. Program Manajer Bakti Olahraga Djarum Foundation Budi Darmawan mengatakan, Kejuaraan Bulu Tangkis Antarmedia diselenggarakan agar pekerja media, khususnya wartawan, mengalami langsung sulitnya menjadi juara.

"Selain untuk mempererat hubungan silaturahim antarinsan media, Kejuaraan Bulutangkis Antarmedia ini memiliki tujuan agar media mengalami sendiri bagaimana sulitnya untuk menjadi seorang juara. Hal ini tentu semakin memperkaya teman-teman wartawan saat menulis berita,” kata dia  saat membuka secara resmi Kejuaraan Bulu Tangkis Antarmedia 2017 nomor beregu Zona Indonesia Barat di GOR Bendungan Hilir Tanah Abang Jakarta Pusat, Selasa (3/10). 

Ketua Seksi Wartawan Olahraga Persatuan Wartawan Indonesia (SIWO PWI) Pusat Raja Parlindungan Pane mengatakan ajang ini akan memperkaya sebuah artikel olahraga, khususnya bulu tangkis. “Karena kita mengalami langsung jadi tulisan lebih mendalam. Dahulu sebelum dilarang dokter saya juga terlibat dalam ajang rutin yang tahun setiap tahun ini,” kata dia. 

Raja Pane pun mengepresiasi Djarum Foundation yang sudah mendukung kegiatan ini hingga memasuki tahun ke-10. “Saya berharap acara seperti ini terus berkembang, karena juga sebagai ajang silaturahmi dan juga reuni bagi wartawan senior,” ujar Raja Pane.

Hari pertama kejuaraan ini, tim bulutangkis Republika yang tahun ini ikut berpartisipasi berhasil melangkah ke babak kedua atau babak 16 besar. Di babak pertama, Republika menang Walk Out (W.O) dari tim Jawa Pos. Pada hari kedua, Rabu (4/10) besok, Republika akan berhadapan dengan CNN Indonesia.

Hasil pertandingan lainnya antara lain, tim kuat TVRI Pusat masih terlalu tangguh bagi lawannya RTV setelah mencatat kemenangan dengan skor 2-0. NET TV juga menang 2-0 atas Metro TV. Harian Indonesia menang 2-0 dari Suara Merdeka.

ANTV mengalahkan TVRI Jawa Barat 2-0. Kompas menang 2-0 dari Topskor. Namun, juara bertahan Trans TV harus kalah WO, karena ditunggu hingga batas waktu yang ditentukan tidak ada perwakilan satu pun pemain yang datang.

Berita Terkait