Selasa , 03 October 2017, 04:08 WIB

Puan: Kegagalan SEA Games Jadi Bahan Evaluasi Asian Games

Red: Ratna Puspita
Istimewa
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani saat memimpin Rapat Tingkat Menteri (RTM) membahas Evaluasi Sea Games Kuala Lumpur 2017 dan Persiapan Sukses Prestasi Asian Games  dan Asian Para Games 2018 di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Senin (2/10).
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani saat memimpin Rapat Tingkat Menteri (RTM) membahas Evaluasi Sea Games Kuala Lumpur 2017 dan Persiapan Sukses Prestasi Asian Games dan Asian Para Games 2018 di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Senin (2/10).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani mengatakan Pemerintah Indonesia memfokuskan pencapaian prestasi di gelaran olahraga Asian Games dan Asian Para Games 2018.

Puan dalam keterangannya kepada wartawan usai rapat koordinasi tingkat menteri di Jakarta, Senin (2/10), mengatakan pencapaian prestasi Indonesia di ajang olahraga SEA Games 2017 di Kuala Lumpur yang belum mencapai target menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki prestasi di Asian Games dan Asian Para Games 2018.

"Belum berhasilnya kontingen Indonesia dalam mencapai target yang ditetapkan pada SEA Games 2017 lalu tentu menimbulkan pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan dengan baik. Hal ini juga dapat menjadi momentum pembelajaran berikutnya bagi pemerintah dalam rangka meraih sukses prestasi penyelenggaraan Asian Games tahun 2018 yang akan dilaksanakan kurang dari setahun lagi," ujar Menko PMK.

Pada SEA Games 2017 di Kuala Lumpur Malaysia, Indonesia mengikuti 37 cabang olahraga dengan target perolehan 55 medali emas. Namun pada perolehan terakhir Indonesia hanya mendapatkan 38 medali emas dan berada di peringkat kelima.  Dengan capaian yang belum berhasil meraih target sesuai yang ditetapkan tersebut, pemerintah serius dan memfokuskan dalam persiapan yang lebih baik dalam penyelenggaraan Asian Games 2018 mendatang.

Menko PMK juga menyebut beberapa persoalan yang diidentifikasi atas hasil SEA Games 2017 diantaranya waktu penyiapan kontingen yang singkat, ketersediaan anggaran dan mekanisme pemanfaatan, pembinaan atlet yang kurang memadai, hingga kelembagaan yang belum bersinergi satu sama lain. 

Untuk itu, Puan meminta agar dilakukan evaluasi komprehensif kepada semua pemangku kepentingan yang terlibat dalam sistem keolahragaan nasional. Rekomendasi yang dihasilkan pada rapat koordinasi dengan kementerian terkait antara lain menyusun pola koordinasi kelembagaan pada seluruh pemangku kepentingan dalam sistem keolahragaan nasional.

Selain itu juga diperlukan penyusunan peta jalan pembibitan atlet secara berjenjang mulai sejak PON, SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade. Rekomendasi ketiga yaitu pemusatan pelatihan nasional di Palembang dengan pertimbangan kelengkapan fasilitas. Selanjutnya, revitalisasi pusat pengembangan olahraga berbasis perguruan tinggi yang akan difokuskan pada masing-masing cabang olahraga, penguatan kompetisi cabang olahraga dan remaja, serta penetapan Chef de Mission paling lambat akhir Oktober 2017. 

Terkait anggaran, Menko PMK meminta Kementerian Keuangan dapat segera merekomendasikan mekanisme anggaran yang mempercepat persiapan penyelenggaraan Asian Games dan Asian Para Games 2018 mendatang. Puan berharap semua pihak dapat memastikan bahwa persoalan terkait kelembagaan, sarana dan prasarana, pembibitan dan pembinaan atlet, waktu pelaksanaan hingga persoalan anggaran dapat disiapkan dan diselesaikan dengan baik.

"Saya harapkan semua stakeholder menindaklanjuti seluruh rekomendasi rakor hari ini untuk penyelenggaraan Asian Games 2018 yang lebih baik. Sementara untuk Asian Para Games 2018, agar INASGOC dan INAPGOC berkoordinasi dengan baik untuk mengefisiensikan anggaran yang dibutuhkan," kata Puan. 

Sumber : Antara

Berita Terkait