Ahad , 16 Juli 2017, 14:58 WIB

Kemenpora Berharap Renang Terus Tambah Emas di ASG 2017

Red: Ratna Puspita
Istimewa
Atlet renang Indonesia berlaga di ASEAN School Games (ASG) 2017 di Singapura.
Atlet renang Indonesia berlaga di ASEAN School Games (ASG) 2017 di Singapura.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Asisten Deputi Pembibitan dan IPTEK Olahraga Washinton berharap renang terus menambah perolehan medali emas pada penyelenggaraan ASEAN Schools Games 2017 di Singapura. Pada hari pertama, Sabtu (15/7), tim renang Indonesia berhasil menyumbangkan lima emas, tiga perak, dan satu perunggu.

"Target renang 10 sampai 12 medali emas, diharapkan bisa lebih sehingga menutupi cabor lain yang meleset. Renang pelatihannya sudah bagus dan terbiasa mengikuti even-even sehingga mudah untuk diprediksi," kata Washinton yang menyaksikan langsung pertandingan, dilansir dari laman Kemenpora, Ahad (16/7). 

Medali yang dihasilkan dari renang pada Sabtu kemarin diperoleh dari nomor 400 M Gaya Bebas Putri, yaitu Azzahra Permatahani dengan catatan waktu 4:27.07. Azzahra mengalahkan Chan Zi Yi dari Singapura di tempat kedua, dan Katawan Teeka dari Thailand di tempat ketiga.

Tim renang Indonesia juga menyumbangkan medali emas melalui omor 400 M Gaya Bebas Putra atas nama Athalarik Maulidio dengan catatan waktu 4:04.64. Athalarik mengalahkan Ilustre Maurice Sacho dari Philipina di posisi kedua, dan Jittrapou Tawarapu dari Thailand di posisi ketiga. 

Emas selanjutnya dari Farrel Armandio Tangkas hyang berlaga di nomor 200 M Gaya Punggung Putra. Farrel mencatat waktu 2:07.24, disusul Khiew Hoe Yeau dari Malaysia dan Daniel Setiyawan dari Indonesia ketiga sekaligus menyumbangkan perunggu. 

Tambahan emas kembali diukir dari nomor 4x200 M Estafet Gaya Bebas Putri yaitu Angel Gabriela Yus, Prada Hana Farmadini, Adinda Larasati Dewi Kirana, dan Azzahra Permatahani, dengan total catatan waktu 8:31.82 yang mengalahkan Singapura dan Thailand. 

Emas kelima cabor renag hari ini dari nomor 4x200 M Estafet Gaya Bebas Putra yakni Alexander Damanik, Athalarik Maulidio, Agus Nuarta, dan Erick Ahmad Fathoni dengan total catatan waktu 7:48.40. Disusul Thailand ditempat kedua dan Malaysia posisi ketiga. 

Medali perak diperoleh dari nomor 100 M Gaya Bebas Putri atas nama Adinda Larasati Dewi Kirana dalam catatan waktu 56.99 dan 200 M Gaya punggung Putri yaitu Azzahra Permatahani dalam catatan waktu 2 : 23.31.

Sementara itu, cabang olahraga atletik mengalami nasib kurang mujur setelah hari pertama hanya mampu menyumbang tiga medali perak dan empat perunggu, di Bishan Stadium Venues, Sabtu (14/7). "Menjadi evaluasi tersendiri, khususnya bagi pelatih atas melesetnya target hari pertama ini," kata CDM Indonesia Pura Darmawan usai menyaksikan pertandingan.

Terjadi kejutan dari negara-negara peserta, yang biasanya didominasi Thailand kini hampir merata kekuatan tersebar disemua negara ASEAN.  "Perlu dilihat juga sekarang banyak kejutan kekuatan menyebar seluruh negara, dari situ dapat diketahui negara mana yang mampu mengambil target kita sehingga tidak tercapai," ujar Pura. 

Dari total 12 nomor yang dipertandingkan, tim atletik pelajar Indonesia mengikuti 11 nomor dan menempatkan atletnya di 10 nomor final. Medali perak dipersembahkan oleh Bakti Ladia Mukhtar pada 100 M Lari Putra dengan catatan waktu 10.83 detik, Wempy Pelamonia pada 800 M Lari Putra, dan Rahmad Setiabudi pada 3.000 M Lari Putra.

"Memang secara prestasi saat ini belum memenuhi target, akan tetapi secara performa atlet ada peningkatan berarti, ada yang memecahkan Rekornas Pelajar serta Personal Best dan itu menjadi aset prestasi pada saat mendatang," kata Pelatih Atletik Suryo Agung Wibowo. 

Sumber : kemenpora.go.id