Ahad , 18 Juni 2017, 20:31 WIB

Pengurus Cabor Curhat Terganggunya Pelatnas untuk SEA Games

Red: Citra Listya Rini
Antara/Wahyu Putro A
Atlet angkat besi Sinta Darmariani mengikuti pemusatan latihan di Kawasan Stadion Gelora Bung Karno Jakarta, Jumat (4/3).
Atlet angkat besi Sinta Darmariani mengikuti pemusatan latihan di Kawasan Stadion Gelora Bung Karno Jakarta, Jumat (4/3).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA  --  Komandan kontingen Indonesia (CdM) untuk SEA Games (SEAG) 2017 Malaysia, Aziz Syamsuddin menerima curhat dari pengurus cabang olahraga terkait banyak hal termasuk keterlambatan peralatan latihan sehingga mengganggu pemusatan latihan nasional (pelatnas).

    Curhat pengurus cabang olahraga dalam hal ini manajer yang bakal memimpin tim ke Malaysia kepada CdM ini disampaikan di sela silaturahim yang digelar di Jakarta, Ahad (18/6). Aziz Syamsuddin mengakui permasalahan masing-masing cabang hampir sama.

    "Permasalahan ini banyak terjadi di cabang olahraga. Makanya kami akan terus mengintensifkan koordinasi dengan Satlak Prima dan Kemenpora," kata Aziz Syamsuddin.

    Pria yang juga anggota DPR RI ini menjelaskan selama koordinasi dengan Satlak Prima dan Kemenpora pihaknya sudah mendapatkan gambaran permasalahan yang ada diharapkan bisa tuntas sebelum pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri.

    "Komitmen dari Kemenpora, permasalahan yang ada diharapkan tuntas sebelum 23 Juni. Makanya kami akan terus berusaha untuk melakukan pertemuan agar permasalahan yang ada bisa segera dituntaskan," kata Aziz Syamsuddin.

    Selain masalah peralatan latihan, persoalan yang membelit cabang olahraga yang bakal dikirim ke SEA Games 2017 Malaysia, 19-31 Agustus uji coba yang tidak bisa dipenuhi karena belum mendapatkan izin dari Satlak Prima. Masalah dana menjadi alasan klasik.

    Cabang olahraga yang mengalami kendala uji coba di antaranya adalah muaythai. Bahkan, angkat besi-pun dipastikan hanya melakukan latihan di Soreang, Bandung.

    Terkait dengan permasalahan yang ada, wakil ketua umum Satlak Prima Sadek Al-Gadri meminta cabang olahraga yang terkendala uji coba terutama ke luar negeri untuk kembali mengajukan jadwal dan tempat uji coba yang akan diikuti. Permasalahan yang terjadi karena adanya perubahan sistem pengadaan dan penganggaran pemerintah.

    "Tapi dalam pertemuan di Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan beberapa hari lalu, akan segera dicarikan solusi. Dan bagi yang terhambat uji cobanya bisa mengajukan kembali karena saat ini masih bisa untuk mengajukan uji coba di bulan Juli," kata Sadek saat menjawab permasalahan yang ada.

    Sementara itu, Ketua Komisi Atlet Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Krisna Bayu mengatakan, saat ini KOI menerima pengajuan akreditasi hingga 1.500 nama untuk SEA Games 2017 Malaysia.

Namun pihaknya hanya akan memberangkatkan atlet dari cabor yang punya potensi meraih perak dan emas dalam ajang dua tahunan tersebut.


Sumber : Antara