Jumat , 21 April 2017, 10:53 WIB

Erick Thohir Optimistis Persiapan Asian Games Selesai Tepat Waktu

Rep: Febrian Fachri/ Red: Angga Indrawan
Republika/Rahayu Subekti
Presiden Inasgoc, Erick Thohir memberikan keterangan kepada wartawan mengenai cabang olahraga Asian Games 2018 yang masih menunggu surat resmi dari Dewan Olimpiade Asia (OCA), di Gedung Fx Sudirman, Kamis (20/4).
Presiden Inasgoc, Erick Thohir memberikan keterangan kepada wartawan mengenai cabang olahraga Asian Games 2018 yang masih menunggu surat resmi dari Dewan Olimpiade Asia (OCA), di Gedung Fx Sudirman, Kamis (20/4).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Panitia Penyelenggara Asian Games (INASGOC), Erick Thohir optimistis semua persiapan pesta olahraga terbesar di Asia yang akan dilaksanakan di Jakarta dan Palembang akan selesai sesuai waktu yang ditentukan. Erick sama sekali tidak khawatir meski waktu pelaksanaan Asian Games menyisakan 16 bulan lagi.

Erick mengaku tetap dapat tenang karena Keppres kepanitiaan Asian Games akan direvisi. Revisi Keppres menurut pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia itu akan semakin mempercepat semua proses persiapan Asian Games yang sudah dirancang.

"Saya tidak khawatir jika revisi Keppres Kepanitian Asian Games yang dalam satu minggu ini bisa segera selesai. karena hal itu akan mempercepat semua proses yang sudah dirancang," kata Erick, saat dialog santai dengan awak media di Plaza FX Senayan, Kamis (20/4).

Erick mengatakan revisi Keppres tersebut kini sangat dinanti oleh INASGOCm, lantaran berpengerauh pada penyesuaian kepengurusan. Namun tetap saja dari waktu 16 bulan ke depan, panitia kata Presiden Inter Milan itu akan bekerja keras.

"Pekerjaan yang dilakukan panitia  harus extraordinary," ujar Erick.

Selain memikirkan percepatan penyelesaian persiapan, Erick mengatakan pihaknya juga konsentrasi terhadap pendanaan Asian Games 2018. Awalnya dana yang dianggarkan pemerintah Rp8,9 triliun. Namun dipangkas menjadi Rp 4,5 triliun. Dalam hal ini, Erick akan berusaha untuk menarik minat para investor untuk menjadi sponsor.