Kamis , 20 April 2017, 18:55 WIB

Inasgoc Tunggu Surat OCA Soal Pemangkasan Cabor Asian Games

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Andri Saubani
Republika/Rahayu Subekti
Presiden Inasgoc, Erick Thohir memberikan keterangan kepada wartawan mengenai cabang olahraga Asian Games 2018 yang masih menunggu surat resmi dari Dewan Olimpiade Asia (OCA), di Gedung Fx Sudirman, Kamis (20/4).
Presiden Inasgoc, Erick Thohir memberikan keterangan kepada wartawan mengenai cabang olahraga Asian Games 2018 yang masih menunggu surat resmi dari Dewan Olimpiade Asia (OCA), di Gedung Fx Sudirman, Kamis (20/4).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Panitia penyelenggara Asian Games 2018 (Inasgoc) bersama Ketua Pengarah Kepanitiaan, Jusuf Kalla sudah menegosiasikan jumlah cabang olahraga (cabor) kepada Dewan Olimpiade Asia (OCA) yang akan dipangkas. Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) juga sudah menandatangani peraturan presiden (perpres) mengenai pengadaan barang dan jasa Asian Games 2018.

Hanya saja hingga saat ini, Inasgoc mengakui belum bisa mengumumkan cabor mana saja yang akan dipangkas. “Bisa saja, cabor-cabor yang lain direvisi oleh OCA, jadi daripada berasumsi lebih baik kita menunggu hitam di atas putih surat dari OCA,” kata Presiden Inasgoc, Erick Thohir di Jakarta, Kamis (20/4).

Erick mengatakan, setelah adanya surat resmi dari OCA maka pihaknya baru bisa mengetahui cabang olahraga mana saja yang pasti akan dipangkas. Selanjutnya, kata Erick, akan segera dikomunikasikan kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Satlak Prima.

Menurut Erick, hal itu dilakukan untuk kepentingan prestasi yang akan ditargetkan Indonesia. "Karena memang kan Kemenpora dan Satlak Prima yang memegang tugas untuk keberhasilan prestasi," ujar Erick.

Erick pun berharap dengan adanya pemangkasan tersebut Indonesia bisa tetap bertanding dan meraih target yang dipastikan. Secara pribadi, Erick berharap akan senang sekali jika setelah jumlah cabor dipangkas, Indonesia tetap bisa masuk sepuluh besar.

Sebelumnya, Presiden OCA, Sheikh Ahmad Al Fahad Al Sabah bertemu dengan Wakil Presiden Indonesia pada Selasa (18/4). Pada pertemuan tersebut disepakati jumlah nomor pertandingan dikurangi dari 484 menjadi 431. Hanya saja, kepastian cabor yang dipangkas berikut dengan jumlahnya belum diumunkan secara resmi.