Kamis , 20 April 2017, 14:54 WIB

15 Venue di Jabar akan Digunakan untuk Asian Games 2018

Rep: Zuli Istiqomah/ Red: Andri Saubani
Republika/ Wihdan
Logo Asian Games 2018.
Logo Asian Games 2018.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG – Jawa Barat (Jabar) ditetapkan menjadi salah satu tuan rumah penyelenggaraan Asian Games 2018 mendatang. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) resmi menetapkan 15 venue pertandingan dan 11 venue latihan di Jabar untuk digunakan dalam ajang tersebut.

Sekretaris Daerah Jabar Iwa Karniwa mengatakan, kepastian itu didapat setelah pihaknya bersama Dinas Olahraga dan Pemuda Jabar mengikuti rapat yang dipandu Deputi Bidang Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Sekretariat Wapres RI, Bambang Widianto, Kamis (20/4) ini.

“Allhamdulillah, setelah sebelumnya pelaksanaan banyak terpusat di Jakarta dan Palembang, dalam rapat justru Jabar mendapat venue pertandingan 15 dan training venue 11,” kata Iwa saat dihubungi wartawan. Iwa mengapresiasi keputusan tersebut karena Jabar akan menjadi bagian besar dalam ajang tingkat internasional itu.

Menurutnya, sebelumnya Jabar hanya mendapat jatah menggelar pertandingan sepak bola, paralayang, dan BMX. Namun, akhirnya ditambah menjadi dengan paralayang/paragliding, modern penthalaton, brigde, balap sepeda, sepeda gunung, roller sport, bola tangan, surfing, dan canoe slalom.

Ia menyebutkan, sejumlah stadion dan venue di Jawa Barat dinilai sudah cukup layak digunakan dalam Asian Games. Di antaranya, cabor sepak bola yang akan dipertandingkan di stadion Pakansari Bogor, Wibawa Mukti Bekasi, Patriot Bekasi, Jalak Harupat Kabupaten Bandung, dan GBLA, Kota Bandung. "Untuk paralayang digelar di Gunung Mas, Puncak, Bogor, lalu untuk roller sport di Stadion Patriot, Bekasi, khusus untuk sepeda gunung dilakukan di Subang," ujarnya.

Selain itu cabang hand ball digelar di UPI Gymnasium, surfing di Cimaja, Pelabuhan Ratu, Sukabumi dan canoe di Bendung Rentang.

Iwa menambahkan, pada Jumat (21/4), Pemprov Jabar bersama Kemenpora, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Ketua Umum Komite Olahraga Indonesia (KOI), Inasgoc, dan induk cabang olahraga akan menggelar rapat koordinasi terkait venue. Kemudian dilanjutkan kunjungan ke venue.