Senin , 11 December 2017, 19:54 WIB

Panglima TNI dan Diplomasi Kopi

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Karta Raharja Ucu
Republika/Iman Firmansyah
Kapolri Jendral  Polisi Tito Karnavian (Kanan) bersalaman bersama Panglima TNI  Marsekal TNI Hadi Tjahjanto  (Kiri) usai melakukan  pertemuan antara  TNI dan POLRi di   Mabes TNI, Jakarta, Senin (12/11).
Kapolri Jendral Polisi Tito Karnavian (Kanan) bersalaman bersama Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (Kiri) usai melakukan pertemuan antara TNI dan POLRi di Mabes TNI, Jakarta, Senin (12/11).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengajak Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk ngopi bareng, atau yang ia sebut diplomasi kopi. Marsekal Hadi ingin hubungan silaturahim antara TNI-Polri dilakukan hingga ke jajaran yang paling bawah.

"Hal seperti ini yang benar-benar saya, kita idamkan semua. Pertemuan seperti ini harus kita lakukan setiap ada kesempatan dan harus dilaksanakan bukan hanya seremonial saja. Kita harapkan bisa menyentuh sampai ke bawah, kita bumikan hubungan silaturahmi yang baik ini," ungkap Hadi dalam sambutannya di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (11/12).

Kemudian, Hadi berkata kepada Tito, ia memiliki alutsista berupa KRI Bima Sakti yang menggantikan KRI Dewa Ruci. Ia juga menyebutkan punya Kapal Hercules VVIP yang berisikan kursi dan meja yang bisa digunakan untuk ngopi-ngopi.

"Mari kita ngopi bareng. Ada tiga pilihan, ngopi di darat, di laut, atau di udara. Kita bisa katakan itu adalah diplomasi kopi," kata dia.

Ngopi bareng itu, kata Hadi, merupakan suatu simbol kebersamaan antara TNI-Polri. Menurut dia, hal itu harus tetap dijaga dan bukan hanya dilaksanakan pada tataran pimpinan, tetapi juga satuan bawah.

Hadi menjelaskan, ada beberapa jenis kopi yang pihaknya miliki. Kopi-kopi itu berupa navy coffee, baringga (baret jingga), dan barera (baret merah). Soal barista, ia menyebutkan, bisa dari Kowad (Korps Wanita Angkatan Darat), Kowal (Korps Wanita Angkatan Laut, dan Wara (Wanita Angkatan Udara).

"Dan nanti juga kita ajak, barangkali banyak yang dari polwan juga jadi barista. Mari kita sama-sama ngopi bareng. Itu diplomasi yang bagus," kata dia.

Berita Terkait