Jumat , 08 December 2017, 00:45 WIB

Jokowi Disarankan Mention Trump di Twitter

Rep: Fuji E Permana/ Red: Esthi Maharani
Antara/Puspa Perwitasari
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menkopolhukam Wiranto (kiri) dan Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir (kanan) menyampaikan pernyataan sikap terkait pernyataan sepihak Amerika Serikat atas diakuinya Yerusalem sebagai ibu kota Israel di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (7/12).
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menkopolhukam Wiranto (kiri) dan Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir (kanan) menyampaikan pernyataan sikap terkait pernyataan sepihak Amerika Serikat atas diakuinya Yerusalem sebagai ibu kota Israel di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (7/12).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengapresiasi sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyampaikan protes keras terhadap Amerika Serikat (AS) yang memutuskan mendirikan kedutan besar di Yarusalem.

Dahnil juga menyarankan Presiden Jokowi menyampaikan protesnya terhadap Presiden Donald J Trump melalui twitter. Agar protes Indonesia langsung sampai kepada Trump.

Dahnil mengatakan, bila Presiden Jokowi tidak mau menelepon langsung Presiden Trump untuk menyampaikan protes Indonesia. Menurutnya sekarang ada cara milenial untuk protes.

"Pak Jokowi bisa tweet langsung protes beliau di twitter dan sosmed lain, dan mention langsung ke Trump. Sampaikan sikap terang dan tegas Indonesia," kata Dahnil kepada Republika, Kamis (7/12).

Menurutnya, apa yang dilakukan oleh AS adalah provokasi untuk melahirkan konflik, terorisme dan radikalisme yang lebih besar di Timur Tengah. Tindakan AS menunjukkan bahwa AS sama sekali miskin komitmen untuk menjaga perdamaian dunia.

"Dan justru menjadi produsen provokasi konflik di Timur Tengah bahkan belahan dunia lainnya melalui tindakan mendirikan kedutaan besar di Yarusalem," ujarnya.