Sabtu , 02 December 2017, 13:40 WIB

Pesantren Al Hasani Gelar Sepakbola Durian

Rep: Muhyiddin/ Red: Joko Sadewo
istimewa/ nu online
Sepakbola durin (ilustrasi)
Sepakbola durin (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, KEBUMEN -- Dalam rangka memperingati hari lahirnya Nabi Muhammad SAW, Pondok Pesantren Al Hasani menggelar sepakbola yang unik. Pasalnya, sepakbola ini tidak menggunakan bola seperti pertandingan bola pada umumnya, melainkan menggunakan bola buah durian.

Menegangkan sekaligus Unik. Inilah yang terlihat dalam gelaran sepak bola durian dalam rangka memperingati Maulid Nabi 2017. Sepakbola durian ini berlangsung sehari sebelum peringatan Maulid di halaman Pondok Pesantren Al Hasan di Desa Jatimulyo kecamatan Aliandi, Kebumen, Jawa Tengah.

Panitia sengaja menyiapkan buah durian sebagai pengganti bola untuk uji keberanian para pemain sekaligus menghibur masyarakat di sekitar pesantren. Tanpa ada rasa sakit, para pemain sangat antusias merebut dan menendang bola durian itu.

Pengasuh Pondok Pesantren Al Hasani, Fachrudin Achmad Nawawi mengatakan, selain untuk memperingati Maulid Nabi, sepakbola durian ini juga untuk mempererat silaturahim. "TNI, Polri, Banser, dan Pagar Nusa agar selalu kekompakan dari berbagai unsur itu diharapkan bisa terjalin demi menjaga kondusifitas dan keutuhan NKRI," ujarnya kepada Republika.co.id dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (2/12).

Dalam pertandingan itu, menurut pria yang biasa dipanggil Gus Fachru ini, empat tim yang masing-masing terdiri dari tujuh orang memperebutkan piala Bergilir Ponpes Al Hasani. Disela-sela pertandingan, kata panitia, juga menyuguhkan beberapa pertunjukkan seni bela diri Pagar Nusa serta atraksi-atraksi lainnya kepada para penonton.

Menurut Gus Fachru, pertandingan sepakbola ini akhirnya diraih oleh tim dari Polres Kebumen. Namun, karena pertandingan ini sebagai ajang silaturrahim, maka hadiahnya bukan uang jutaan rupiah melainkan hanya sebuah piala. "Pemenang dalam pertandingan itu tidak mendapatkan hadiah jutaan rupiah melainkan hanya Tropi sebagai simbol kebersamaan," kata Gus Fachru.