Kamis , 09 November 2017, 11:03 WIB

Kemenkes Sebut Akreditasi Puskesmas Dipengaruhi Kelengkapan Nakes

Rep: RR LAENY/ Red: Winda Destiana Putri
Puskesmas
Puskesmas

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut saat ini baru 30 persen pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) yang terakreditasi. Akreditasi puskesmas bisa dipengaruhi kelengkapan tenaga kesehatan (nakes).

Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Kemenkes Usman Sumantri mengatakan, saat ini jumlah Puskesmas di Tanah Air sekitar 9.800 unit. Dari total puskesmas, ia mengakui memang baru 30 persen puskesmas yang terakreditasi. Itupun akreditasi belum paripurna. Ia menambahkan, semua memang ada tahapannya. 

"Kalau nakes lengkap maka statusnya akan paripurna. Akreditasi puskesmas ini juga dipengaruhi nakesnya," katanya, di Jakarta, Rabu (8/11). 

Ia menambahkan Kemenkes punya standar yaitu satu puskesmas perkotaan atau pedesaan itu ada berapa dokter, bidan yang bekerja. Kini Kemenkes sedang pemetaan berapa banyak puskesmas yang tidak ada dokter, berapa yang kurang perawat dan menjadi perencanaan kebutuhan kesehatan.

Tetapi, kata dia, yang bisa menyusun formasi pegawai negeri sipil (PNS) tenaga kesehatan ini adalah Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Masalahnya lainnya adalah pemerintah kabupaten yang umumnya merekrut PNS ini. Sementara banyak orang tidak mau hidup bertahun-tahun di kabupaten itu, terutama Daerah Tertinggal, Perbatasan dan Kepulauan (DTPK).

"Itu jadi persoalan. Jika ditempatkan di kabupaten itu bertahun-tahun, pasti nakes ingin minta pindah," ujarnya.

Untuk itu, Usman mengatakan program nusantara sehat (NS) adalah jawaban kurangnya nakes di DTPK. 

"Nusantara Sehat juga memperbaiki kualifikasi," katanya, di Jakarta.

Kalau dahulu tidak ada tenaga analis, kini pihaknya merekrut analis untuk bergabung di NS. Jadi ketika satu puskesmas tidak memiliki tenaga analis, pemerintah intervensi menempatkan analis NS saja. Jadi, hanya menempatkan nakes NS sesuai kebutuhan.

Ia menambahkan dengan adanya NS maka pihaknya meratakan nakes supaya kualifikasi nakes tertentu di tempat DTPK itu ada. Jadi kalau dulu perawat juga merangkap mengerjakan urusan analis atau petugas farmasi dikerjain perawat sekarang Kemenkes sudah menempatkan nakes NS. 

Untuk menghargai pengorbanan nakes ditempatkan di tempat terpencil, ia menyebut pemerintah memberikan insentif sampai Rp 11 juta lebih setiap bulan untuk setiap nakes NS. Padahal, kata dia, dokter PNS yang baru masuk hanya mendapat Rp 1.900.000 per bulan. Ia menjelaskan Nusantara Sehat kini ada dua jenis. Satu tim batch terakhir 2017 yang dikirim sebanyak 370 orang. Kemudian, Kemenkes mengirim lagi 2.200 orang Nusantara Sehat yang individu.

Sumber : Center

Berita Terkait